Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
SUDUT PANDANG

Jangan Lengah di Tengah Kelandaian

06 Juni 2021, 14: 09: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

Sudut Pandang JP Radar Kediri

Sudut Pandang JP Radar Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this          

Empat belas hari sudah lewat dari tenggat waktu pemerintah melihat imbas keramaian selama masa mudik Hari Raya Idul Fitri. Hasilnya, di beberapa daerah terjadi lonjakan kasus tinggi. Salah satunya di Kudus. Di kota yang juga mengklaim sebagai kota kretek itu angka kasus meningkat 30 kali lipat. Beberapa desa bahkan sampai harus dijaga oleh polisi.

Lalu, bagaimana dengan Kediri Raya? Menariknya, di wilayah ini kasus justru melandai. Tak ada lonjakan kasus sejak ramai-ramai mudik Lebaran lalu. Memang zona di dua wilayah, Kota dan Kabupaten Kediri, masih berwarna oranye. Namun dilihat dari grafik persebaran virus ini dari hari ke hari, jumlah penambahannya sangat kecil. Rata-rata sehari masih bisa dihitung dengan jari. Bahkan, ada yang tanpa penambahan sama sekali.

Tiadanya lonjakan korona pasca-mudik Lebaran juga bisa dilihat dari bed occupancy ratio (BOR) alias rasio keterpakaian tempat tidur di setiap rumah sakit. Di tiap rumah sakit, baik rujukan maupun darurat, BOR-nya justru turun. Bahkan di bawah 10 persen.

Baca juga: Berbau Menyengat! Tubuh Warga Dandangan Ini Membusuk di Bangku Rumah

Kondisi ini tentu menyenangkan. Sebab, sebelum kita kita sudah dihantui kondisi ‘mengerikan’. Yang justru dikeluarkan oleh pemegang otoritas dan para pengamat kesehatan. Warning, yang memang tidak bisa disalahkan itu, membuat gambaran awal bahwa kondisi korona di Indonesia akan kembali seperti tahun lalu.

Namun, situasi seperti ini juga tak boleh membuat kita lengah. Penambahan kasus memang rendah tapi kita tetap harus mawas diri. Pemangku otoritas pun tak boleh mengecilkan kewaspadaan. Karena korona bisa meningkat kapan saja dengan sebab-sebab yang tak terduga.

Pengetatan protokol kesehatan (prokes) tetap sesuatu yang wajib. Apalagi, meskipun kemarin mudik dilarang namun aktivitas sosial-ekonomi lain masih berlangsung. Di Kabupaten Kediri misalnya, tempat-tempat wisata mulai buka. Geliat wisatawan pun sudah terasa. Bila tidak diwaspadai keramaian di tempat wisata bisa menjadi sebab munculnya klaster baru.

Kita memang tak tahu persis apa yang menyebabkan satu daerah naik kasus koronanya sedangkan di tempat lain tidak. Toh, selama ini kita melihat arus penyekatan terasa sangat longgar. Di beberapa daerah, termasuk di Kediri Raya, kedatangan pemudik juga masih ada. Cerita-cerita bagaimana mereka melewati rintangan penyekatan muncul di tengah-tengah geliat silaturahmi Lebaran. Pos-pos PPKM mikro pun seringkali hanya sebatas formalitas saja. Meskipun, ini juga tak terjadi di semua tempat.

Yang pasti, kelandaian ini harus tetap kita waspadai. Masyarakat dan pemangku kebijakan tak boleh lengah. Vaksinasi tak boleh kendor meskipun ada warga yang enggan melakukannya. Demikian pula dengan kepatuhan terhadap prokes. Akhirnya, seperti kata slogan salah satu acara kriminal di televisi, waspadalah, waspadalah! (*)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news