Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Indun Munawaroh, Satu-satunya Plt Kalaksa BPBD Perempuan Se-Jatim

Ubah Cara Pandang dengan Tindakan  

06 Juni 2021, 13: 33: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

indun munawaroh bpbd

SEMANGAT: Indun Munawaroh mengemban tugas menanggulangi kejadian kebencanaan yang terjadi di Kota Kediri. (Rekian - radar kediri)

Share this          

Perempuan kerap dianggap tak mampu bekerja di lapangan. Anggapan itu juga dirasakan Indun Munawaroh yang kini ditunjuk Plt Kalaksa BPBD Kota Kediri.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi salah satu instansi pemerintah yang dituntut siap bertugas selama 24 jam. Organisasi perangkat daerah (OPD) yang identik dengan seragam oranye ini tidak boleh nihil setiap kali ada kasus kebencanaan di wilayah kerjanya.

Bahkan kerjanya tidak kenal waktu hingga sampai larut malam di lapangan. Seperti ketika harus menyiapkan tenda penanganan bencana Covid-19. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh yang menjadi leader tidak mungkin meninggalkan anggotanya di lapangan.

Baca juga: Kampung Kauman di Kediri: Beginilah Cerita Pasar Gurah Dimulai (37)

Dia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain hingga larut malam. Tak jarang sampai dini hari. “Selesainya pukul 03.00,” ucap perempuan yang mengenakan jilbab itu.

Waktu penanganan Covid-19, perempuan yang kerap disapa Indun ini kerap terjun langsung di luar kantor. Ketika berada di lapangan sampai malam hari, permintaan agar dirinya pulang lebih awal kerap dia terima dari anggotanya.

Indun tentu tidak langsung marah. Dia memaklumi pemahaman anak buahnya. Mereka tidak terbiasa dengan perempuan yang pulang hingga larut malam. “Maksud mereka (relawan dan anggota BPBD yang laki-laki, Red) baik, tapi sebagai pimpinan saya tidak akan meninggalkan mereka. Gender tidak boleh menghalangi pekerjaan,” ungkap perempuan yang hobi naik gunung ini.

Dengan cara terus turun ke lapangan saat malam hari, Indun lambat laun bisa mengubah cara pandang anak buahnya. Ibu tiga anak ini bahkan terbiasa guyon. Sehingga jarak antara pimpinan dengan anak buah tidak lagi ada sekat.

Bagi Indun, mengubah cara pandang orang lain tidak cukup hanya dengan ucapan. Melainkan dengan tindakan. Hal itu dilakukannya ketika mengemban amanah sebagai pimpinan dalam tugas menanggulangi bencana.

Kali terakhir turun ke lapangan hingga larut malam adalah ketika Indun melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Brantas. Tempat kejadian perkara (TKP)-nya berada di Kelurahan Mrican, Kecamatan Kota Kediri.

Alumnus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 2001 ini berada di garda depan. Indun terlibat langsung pencarian awal sebelum akhirnya meminta bantuan dari tim search and rescue (SAR) Trenggalek.

Malam itu, dia pun ikut pencarian hingga larut malam. Karena sudah mulai terbiasa di lapangan hingga malam, kehadiran perempuan yang ditunjuk menjadi Plt Kalaksa BPBD Januari 2021 lalu itu mulai bisa diterima timnya. (rq/ndr) 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news