Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Suwito, Pelaku Pembacokan Istri dan Dua Tetangga di Mata Keluarga

Suka Menolong Warga dan Terkenal Ramah

04 Juni 2021, 12: 09: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Rumah

KOSONG: Kondisi rumah milik tersangka Suwito yang berada di Desa Sanggrahan, Kecamatan Gondang kemarin (3/6). (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Suwito menjadi buah bibir warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Bapak satu anak ini bertindak kejam dengan membacok istri dan kedua tetangganya. Akibatnya, istri dan kedua tetangganya nyaris tewas dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Kejadian mengerikan itu membuat keluarga kaget dan tidak percaya.

KAREN WIBI, Gondang, JP Radar Nganjuk

“Saya pusing karena istriku mau direbut orang,” ujar Suwito. Hanya pengakuan Suwito tersebut terasa janggal. Karena dia menduga yang mau merebut istrinya adalah Mus. Sedangkan, orang yang dibacok pertama kali adalah istrinya. Kemudian, Eko Santoso, 28, tetangganya. Baru kemudian, Ahmad Mustofa, 37,   yang dibonceng Sudarmaji, 36, warga setempat mengendarai sepeda motor. Namun, karena Sudarmaji ketakutan ketakutan melihat Suwito membawa parang, akhirnya terjatuh. Ironisnya, Mustofa yang dibabat dengan parang oleh Suwito.

Baca juga: Mobil Peugeout Terbakar di Jalan A. Yani

Pelaku

PELAKU: Suwito (kanan) di Mapolsek Gondang. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Pengakuan Suwito yang sering berubah dan tidak jelas tersebut membuat petugas Polsek mencurigai kejiwaan tersebut. Sehingga, pada Rabu (2/6), Suwito dibawa ke Puskesmas Rejoso untuk dicek kejiwaannya. “Kami ingin memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak,” sambung Kapolsek Gondang AKP Alex Candra.

Sayang, hasil pemeriksaan kondisi kejiwaan Suwito masih belum keluar kemarin. Kemungkinan hasil pemeriksaan akan keluar hari ini.

Saat wartawan koran ini berkunjung ke rumah Suwito, pintunya tergembok. Istri dan anaknya tidak di rumah. Rumah mungil yang berdinding kayu itu terlihat sangat sepi. “Istri Suwito pulang ke rumah orang tuanya di Desa Losari,” ungkap Sidi, 82, ayah Suwito.

Setelah dirawat intensif di RS Bhayangkara selama sehari, Anik Ernawati, 31, istri Suwito memilih mengajak anaknya pulang ke rumah orang tuanya. Dia masih trauma dengan kelakuan suaminya. “Sebelum kejadian itu (pembacokan, red), Suwito itu baik-baik saja,” ujar Sidi.

Bahkan, Suwito dikenal sebagai pria yang ramah dan suka menolong. Namun, setelah sakit dua minggu, tiba-tiba kondisi Suwito berubah drastis. Bahkan, seminggu terakhir, tingkah laku Suwito menjadi aneh. “Dia tidak mau makan, mau bunuh diri, dan tidak bisa tidur,” ungkap Sidi.

Puncaknya, tiba-tiba Suwito membacok istri dan kedua tetangganya tersebut. “Saya ya kaget saat tahu Suwito membacok,” ungkap Sidi.

Disinggung hubungan khusus antara istri Suwito dan Mus, Sidi membantahnya. Karena selama ini, tidak ada orang ketiga di pernikahan Suwito. “Tidak benar kalau istrinya selingkuh atau apa,” ujar Sidi.

Atas perbuatan sadis Suwito itu Sidi mengaku tidak habis pikir. “Saya juga bingung kenapa kok tega membacok istri dan tetangga,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news