Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Panenan Bawang Merah Naik Belasan Ribu Ton

25 Mei 2021, 16: 37: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Brambang

KUALITAS BAGUS: Penjual bawang merah di Pasar Sukomoro memasukkan umbi ke dalam karung. Di triwulan pertama tahun ini, produktivitas tanaman brambang Nganjuk relatif lebih bagus dibanding tahun lalu. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Panenan bawang merah Nganjuk pada triwulan pertama tahun ini naik hingga belasan ribu ton. Salah satu faktornya adalah luas tanaman umbi khas Nganjuk itu yang di awal tahun memang naik signifikan.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, luas tanaman bawang merah di triwulan pertama tahun ini mencapai 2.321 hektare. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dibanding triwulan pertama tahun lalu yang hanya 1.127 hektare. “Petani yang menanam bawang merah di triwulan pertama tahun ini jauh lebih banyak,” ujar Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Nganjuk Agus Sulistyo.

Dengan luas tanaman yang bertambah, menurut Agus panenan bawang merah di triwulan pertama tahun ini juga naik signifikan. Yakni, mencapai 381.172 kuintal. Adapun tahun lalu hanya 241.359 kuintal atau naik sebanyak 13.981 ton.

Baca juga: Omzet Tahu Kuning Anjlok

Terkait kenaikan jumlah panenan, menurut Agus tidak hanya diakibatkan luas tanaman. Melainkan juga serangan penyakit bawang merah yang tak sehebat tahun lalu. “Otomatis panenannya lebih baik,” terang Agus tentang tanaman bawang merah yang tersebar di 16 dari total 20 kecamatan di Nganjuk tersebut.                                                  

Agus menegaskan, tanaman bawang merah tahun ini belum terbebas dari penyakit. Seperti halnya tahun lalu, tidak sedikit bawang merah yang terkena penyakit moler. Serangan bakteri ini membuat daun brambang menjadi berwarna kuning.

Akibatnya, tanaman akan mudah layu. Kemudian, bentuk daunnya menciut. “Akar brambang yang terkena moler akan busuk dan membuat tanaman mudah dicabut,” terangnya.

Meski petani masih harus berkutat dengan hama yang merusak tanaman bawang merah, menurut Agus serangan moler tahun ini hanya di spot tertentu. Sehingga, secara umum kualitas panenan tahun ini lebih baik.

Apalagi, petani sudah mengantisipasi serangan moler dengan memberi obat. “Dengan pengendalian hama menggunakan obat, serangan hama tidak meluas,” tandas Agus.

Terpisah, Suwardi, salah satu petani bawang merah asal Desa/Kecamatan Sukomoro mengungkapkan, setiap hari dia mengecek tanaman bawang merahnya. Tidak hanya itu, dia juga mengecek drainase untuk memastikan air di tanamannya tak bermasalah.

Dengan pengecekan berkala itu, Suwardi ingin memastikan pertumbuhan tanaman bawang merah miliknya tak terganggu. “Kalau ada hama bisa segera diketahui,” tandasnya.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news