Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ternyata Hanya Infertil, Bukan Telur Palsu

Polisi Lakukan Uji Laboratorium

18 Mei 2021, 12: 41: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

BUKAN PALSU: Anik Mulyati memberi penjelasan pada tim dari Disperindag terkait telur yang dia beli.

BUKAN PALSU: Anik Mulyati memberi penjelasan pada tim dari Disperindag terkait telur yang dia beli. (ILMIDZA AMALIA NADZIRA - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Telur yang diviralkan palsu, ternyata, adalah telur asli. Hanya, kualitasnya yang memang kurang bagus. Telur itu disebut infertil alias tak bisa menjadi ayam ketika proses pengeraman.

Penegasan tentang keaslian telur itu muncul setelah beberapa pihak mendatangi langsung ke pembuat video yang membuat heboh masyarakat itu. Selain itu, hasil uji laboratorium yang dilakukan polisi juga menghasilkan kesimpulan sama. Telur itu asli dan masih layak diperjualbelikan.

Sebelumnya, beredar video viral dari seorang wanita bernama Linda Agustini, warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota. Dalam video itu Linda menunjukkan telur yang kondisinya tak biasa. Telur itulah yang memicu kabar adanya telur palsu. Padahal, telur itu hanya infertil.

Baca juga: Hari Ini Persik Start Latihan

“Infertil itu adalah telur yang tidak berhasil menjadi ayam dalam proses pengeraman,” terang Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Pujiono.

Menurut Pujiono, telur ada dua jenis, infertil dan fertil. Telur yang fertil di dalamnya terdapat sperma. Telur itu dapat ditetaskan jika dierami oleh ayam betina.

Meskipun demikian, dua jenis telur itu masih layak dikonsumsi. Asalkan, yang infertil itu tak dibiarkan terlalu lama hingga melebihi tujuh hari. Bila dibiarkan lama akan merusak kualitas telur. Menyebabkan kuning telur terlalu encer, putih telur yang tidak lengket, dan cangkang menjadi terlalu keras.

“Sehingga itu semua memunculkan dugaan-dugaan bahwa telur tersebut palsu. Sebenarnya produk biologis itu tidak bisa dipalsukan, jadi kami pastikan telur itu asli. Tapi nanti tetap menunggu hasil uji lab-nya seperti apa kondisi telur yang sebenarnya,” ucap Pujiono memungkasi penjelasannya.

Kejadian ini juga memunculkan peringatan agar masyarakat lebih cerdas dalam membeli kebutuhan pangan. Jangan hanya tergiur harga yang murah saja.

“Kalau selisih (harga) terlalu besar dari harga pasaran normal harus dicurigai. Dilihat dulu kondisinya seperti apa,” ingat Kasi Pengawasan Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen Suharsono.

Kemarin, empat lembaga yang mendatangi rumah Linda untuk memastikan kondisi telur tersebut. Yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan UPT Perlindungan Konsumen Jawa Timur. Empat lembaga itu tidak bersamaan. Yang pertama datang adalah DKPP dan Dinkes. Setelah dua instansi ini pergi kemudian datang Disperindag dan UPT Perlindungan Konsumen Jatim.

Sayangnya, mereka tak bisa melakukan pengecekan pada telur yang disebut palsu itu. Telur itu sudah dibawa oleh polisi.

Kabid Perdagangan Disperindag Anik Sumartini mengatakan, telur tersebut dibeli Linda dari pertokoan di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. “Itu wilayahnya masuk Kabupaten Kediri. Jadi kami nanti akan berkoordinasi dengan dinas terkait supaya bisa melakukan pengecekan langsung di tempat lokasi (pembelian) agar tidak ada lagi kekhawatiran di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, polisi menegaskan telah melakukan uji laboratorium pada telur yang disangka palsu. “Hasilnya memang telur itu asli. Namun gagal menetas dan masih diperjualbelikan,” terang Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Girindra Wardhana.

Polisi masih melakukan penyelidikan. Termasuk menelusuri sumber telur dengan memeriksa Linda sebagai pelapor. Sedangkan penjual telur belum bisa dimintai keterangan karena tokonya tutup.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news