Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Operasi Selesai

Periksa Ratusan Orang, Tidak Ada yang Reaktif

Polisi Masih Awasi Kendaraan Luar Kota

18 Mei 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Mudik

NONREAKTIF: Kepala Regu Penjagaan Pos Exit Tol Begadung Ipda Gunawan mengecek pelaksanaan rapid test untuk pengendara di exit tol Begadung yang dilakukan oleh petugas dinkes kemarin. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Operasi Ketupat Semeru sudah berakhir kemarin. Ada ribuan kendaraan yang diperiksa 12 hari terakhir, ratusan di antaranya juga di-rapid test. Tetapi, tidak ada satu pun yang dinyatakan reaktif.

Kasatlantas AKP Marita Dyah Anggraini melalui KBO Lantas Iptu Herry Buntoro mengungkapkan, hingga pukul 15.00 kemarin anggotanya masih melakukan pengecekan kendaraan yang melewati exit tol Begadung. “Operasi Ketupat terakhir hari ini (kemarin, Red) tetapi pemeriksaan akan tetap dilakukan hingga 24 Mei,” ujar Herry.

Pemeriksaan kendaraan, tutur Herry, akan tetap diperketat dalam jangka waktu tersebut. Karenanya, berbagai jenis kendaraan yang akan masuk ke Nganjuk akan tetap diperiksa. Baik jenis bus, truk, mobil barang, hingga mobil pribadi.

Baca juga: Eko Jarwanto dan Buku NGANDJOEK Dalam Lintasan Sejarah Nusantara

Selain di exit tol, pengetatan pemeriksaan juga dilakukan di Wilangan dan Rejoso. “Sepeda motor juga tetap akan kami periksa,” lanjut perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

Untuk diketahui, hingga pukul 15.00 kemarin, total ada 121 pengendara yang dites cepat Covid-19. Hasilnya, tidak ada satupun pengendara yang dinyatakan reaktif. “Belum ada pengendara yang kami masukkan ke Pu Sindok untuk diisolasi,” lanjutnya.

Sementara itu, selain ratusan pengendara yang di-rapid test kemarin, total tim gabungan sudah memeriksa 3.056 kendaraan di tiga titik penyekatan. Kendaraan yang dicek adalah kendaraan yang tidak membawa surat keterangan sehat dan hasil rapid test antigen. Di antara ribuan kendaraan itu, petugas juga memeriksa satu mobil yang diduga travel gelap.

“Ada juga yang kami ambil sampel acak. Maksudnya sampel acak dari yang membawa surat, dan kami cek lagi. Siapa tahu dalam perjalanan sebelum sampai ke Nganjuk berhenti ke tempat-tempat lainnya,” beber Herry.

Dari ribuan kendaraan tersebut, ada 451 kendaraan yang diminta putar balik. Jumlah tersebut termasuk para pengendara yang menolak dilakukan rapid test dan memilih untuk putar balik.

Diakui Herry, selama arus mudik dan balik lebaran tahun ini, terjadi peningkatan volume kendaraan dibanding hari biasa. Meski demikian, jika dibandingkan arus mudik dan balik sebelum pandemi terjadi atau pada 2019 lalu, jumlahnya turun relatif signifikan.

Ia menilai hal tersebut karena banyak pengendara yang memilih lewat jalur arteri. “Secara keseluruhan, kendaraan yang lewat jalur darat turun. Berarti imbauan larangan mudik relatif efektif,” tandasnya.

 

Penyekatan Lebaran:

-Jumlah kendaraan yang diperiksa mencapai 3.056 unit

-Sebanyak 451 kendaraan diminta untuk putar balik

-Pengendara yang di-rapid test antigen sejumlah 121 orang

-Pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan diperpanjang hingga 24 Mei

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news