Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Suntikan Modal Bertahap

17 Mei 2021, 15: 33: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

PDAU

TUA: Gedung kantor Perumda Aneka Usaha yang dibangun sejak tahun 1962 lalu belum pernah diperbaiki hingga sekarang. Akhir tahun ini, manajemen berencana merombaknya. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Perumda Aneka Usaha yang ibaratnya hidup segan mati tak mau, agaknya akan bisa segera hidup normal. Hal tersebut jika rencana pemkab untuk memberi suntikan modal hingga mencapai puluhan miliar bisa terealisasi.

Sesuai peraturan daerah (perda) perusahaan umum daerah (perumda), Perumda Aneka Usaha akan mendapat suntikan modal total Rp 80 miliar. Dana tersebut dialokasikan mulai tahun ini hingga tahun 2025 nanti. “Tahun ini (APBD awal, Red) belum bisa mengalokasikan tambahan modal. Mungkin di perubahan anggaran keuangan nanti bisa,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo.

Sesuai perda, jelas Muslim, seharusnya tahun ini Perumda Aneka Usaha mendapat suntikan modal Rp 10 miliar. Tetapi, hal tersebut dipastikan belum bisa dilakukan. Berdasar pembahasan beberapa waktu lalu, modal yang diberikan di PAK nanti hanya Rp 1,5 miliar.

Baca juga: Ratusan Miliaran untuk Perbaikan Jalan Rusak

PDAU

RUSAK: Atap gedung kantor Perumda Aneka Usaha rusak. Jika hujan turun, pegawai harus memasang banyak ember untuk menampung air. (Sri Utami - radarkediri.id)

Terkait plafon yang tak sesuai perda, menurut Muslim tidak masalah. Sebab, pengalokasian modal memang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Dialokasikan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Untuk apa uang miliaran rupiah itu? Muslim menegaskan, pihak Perumda Aneka Usaha akan melakukan rehabilitasi gedung kantor mereka di Jl Gondo Wardoyo. Sesuai rencana, bagian depan akan diubah menjadi kafe alias untuk komersil.

Gedung baru nanti juga bisa digunakan untuk rapat hingga resepsi. “Kantornya nanti bergeser ke belakang. Lahannya memang masih cukup luas,” terang Muslim tentang unit usaha baru Perumda Aneka Usaha itu.

Bagaimana dengan rencana pengembangan hotel Wisata Karya Sawahan? Muslim menyebut, dengan dana Rp 1,5 miliar belum cukup untuk membangun hotel milik Pemkab Nganjuk itu. Pembangunan di sana baru bisa terealisasi setelah kucuran modal untuk Perumda Aneka Usaha berjalan tiap tahunnya.

Untuk diketahui, gedung kantor yang dibangun sejak tahun 1962 itu belum pernah dibangun hingga sekarang. Akibatnya, gedung kantor pun mulai lapuk. Plafon juga banyak yang bocor.

Selama 59 tahun menjalankan usaha, unit usaha Perumda Aneka Usaha juga belum bisa berjalan optimal. Mulai usaha apotek, perkebunan, hingga hotel. Karenanya, dengan penambahan modal yang direncanakan Pemkab Nganjuk tersebut, perusahaan menurut Muslim akan melakukan berbagai terobosan.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news