Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pemkab Tunggu Anggaran dari Pusat

17 Mei 2021, 15: 17: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar

BERLUMUT: Struktur bangunan Pasar Kertosono selesai dibangun 2019. Rencananya, penuntasan proyek akan dilakukan tahun ini dengan menggunakan anggaran dari pusat. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Rencana pembangunan Pasar Kertosono tahun ini masih mengambang. Pasalnya, hingga Mei ini anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) masih belum turun. Padahal, sesuai rencana pembangunan lanjutan pasar menggunakan dana dari pusat tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nganjuk Suharono mengungkapkan, hingga Mei ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan pemerinth pusat. Terutama, untuk memastikan dana PEN bisa cair dalam waktu dekat. “Pembangunan Pasar Kertosono jadi prioritas di PEN tahun ini,” ujarnya.

Lebih jauh Suharono menuturkan, pembangunan Pasar Kertosono direncanakan menggunakan dana PEN senilai Rp 83 miliar. Pemerintah pusat, jelas pria yang akrab disapa Harono itu, sudah menyetujui usulan tersebut.

Baca juga: Sardi, Penderita Penyakit Kusta yang Puluhan Tahun Hidup Terasing

Karenanya, pemkab optimistis dana tersebut bisa cair tahun ini. Jika dana sudah turun, menurutnya pemkab akan memulai tahapan pembangunan. Sebab, penuntasan proyek yang terletak di Kelurahan Pelem, Kertosono itu ditunggu-tunggu oleh hampir seribu pedagang di sana.

Pasar, tutur pria berambut cepak ini, merupakan salah satu sumber perekonomian warga di sana. Karenanya pemkab memasukkannya dalam skala prioritas.

Sebelumnya penmkab sudah mengirimkan usulan ke Kemenko Maritim dan Investasi (Marves). Dengan biaya mencapai Rp 83 miliar, Pasar Kertosono bisa dibangun tiga lantai sesuai rencana awal.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan pasar yang terbakar 2017 lalu itu dilakukan pada 2019. Sayangnya, pembangunan tak langsung tuntas. Melainkan, baru struktur bangunan saja.

Tahun ini Pemkab Nganjuk menganggarkan dana pembangunan Pasar Kertosono senilai Rp 23 miliar. Dalam refocusing Covid-19 April lalu, dana tersebut dihapus. Sebagai gantinya, pemkab menunggu pencairan dana PEN dari pusat.

Jika anggaran dari pusat tidak bisa cair tahun ini, pembangunan pasar dipastikan molor lagi. Padahal, selama hampir dua tahun, bangunan pasar terbengkalai.

Pantauan koran ini, lokasi pasar ditumbuhi perdu setinggi hampir dua meter. Tidak hanya itu, struktur bangunan yang tak kunjung dilanjutkan pembangunannya itu juga mulai berlumut.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news