Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ratusan Miliaran untuk Perbaikan Jalan Rusak

Alokasi Terbanyak untuk Pemeliharaan Setahun

17 Mei 2021, 15: 14: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Jalan

BERDEBU: Ruas jalan di Desa Ngadiboyo, Rejoso yang rusak tidak hanya rawan mengakibatkan kecelakaan. Tetapi, juga membahayakan pengendara karena saat kering memunculkan debu yang bisa mengganggu konsentrasi berkendara. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Nganjuk agaknya bisa segera diperbaiki. Pemkab mengalokasikan dana perbaikan senilai Rp 109,4 miliar tahun ini.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk Suharono mengatakan, anggaran senilai ratusan miliar itu digunakan untuk rehabilitasi dan pelebaran jalan. “Itu (anggaran pembangunan jalan, Red) juga termasuk pemeliharaan,” ujar Suharono kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, anggaran tersebut dibagi ke beberapa pos kegiatan. Dana yang paling besar atau senilai Rp 40 miliar digunakan untuk pemeliharaan jalan.

Baca juga: Kondisi Perpusda Nganjuk Menyambut Hari Buku Nasional

Selanjutnya, Rp 60 miliar sisanya dibagi ke beberapa pos dengan nominal yang hampir merata. Antara lain untuk perbaikan dan pelebaran jalan. “Ini semua khusus untuk jalan tingkat daerah,” imbuh pria yang juga dipercaya menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nganjuk tersebut.

Lebih lanjut Suharono menjelaskan, mayoritas kerusakan yang ada di Kota Angin relative bisa diperbaiki dengan pemeliharaan. Salah satunya dengan melakukan penambalan. Seperti halnya yang dilakukan pemkab di ruas jalan Gondang-Lengkong.

Ruas jalan milik daerah tersebut diketahui sering kali rusak. Terutama ruas jalan yang berada di barat SPBU Lengkong. Salah satu penyebabnya adalah kendaraan muatan besar.

Hal itu pun diamini oleh Suharono. Ia mengaku sudah mengetahui fenomena tersebut. Terlebih lagi dengan adanya beberapa proyek strategis nasional yang berada di Nganjuk sisi utara tersebut. Tak sedikit truk bermuatan besar yang memilih melalui jalur tersebut.

“Karena muatannya tidak sesuai dengan spesifikasi jalan akhirnya beberapa titik di jalur tersebut mengalami kerusakan,” tuturnya.

Sejatinya, truk muatan itu dilarang melalui jalan tersebut. Sebab, tak sesuai dengan peruntukannya. Tetapi dengan kerusakan yang telanjur terjadi, pihaknya pun tidak mau ambil pusing.

Salah satunya, dengan menambal ruas jalan yang berlubang tersebut. Sehingga, jalur yang rusak bisa kembali digunakan dengan aman dan nyaman oleh pengendara kendaraan. “Ini kan momennya juga lebaran. Meski tidak boleh mudik, tetapi kami tetap melakukan pemeliharaan jalan tersebut,” pungkas Suharono.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news