Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Berbenah, Narapidana di Rutan II B Nganjuk Ingin Perbaiki Diri

Ikuti Kegiatan Seni hingga Rohani

17 Mei 2021, 14: 37: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

Ngaji

ASAH ROHANI: Belasan narapidana Rutan Kelas II B Nganjuk mengaji di masjid dengan didampingi Karutan Sudarno (7 dari kiri). (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan narapidana di Rutan II B Nganjuk dibatasi. Meski demikian, hal itu justru jadi momen untuk fokus memperbaiki diri sembari menjalani masa hukuman.

Kepala Rutan Kelas II B Nganjuk Sudarno menuturkan, selama pandemi, pihaknya memberlakukan sejumlah aturan baru. Terutama, memperketat pembatasan pengunjung dari luar. “Tetapi warga binaan (narapidana, Red) tetap melakukan aktivitas dengan normal,” ujarnya.

Meski ada beberapa kegiatan yang dikurangi, menurut pria yang akrab disapa Darno itu, pihak lapas juga menambahkan beberapa kegiatan lainnya untuk pembinaan.

Baca juga: Rp 4, 25 Miliar untuk Beli Lima Ambulans

Rutan

Kegiatan Narapidana di Rutan (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Misalnya menyelenggarakan kegiatan rohani, rekreasi, kesehatan jasmani, dan bimbingan keterampilan. “Khusus untuk kegiatan yang mengumpulkan orang banyak kami kurangi, tapi diganti dengan kegiatan lain,” lanjutnya.

Darno mencontohkan kegiatan mengaji di masjid yang sekarang digelar berkelompok. Jika semula narapidana bisa berkumpul di masjid, sekarang dibagi tiap kelompok 11-12 orang. Dengan didampingi petugas, mereka rutin mengaji tiap pagi.

Kegiatan rohani ini jadi salah satu favorit narapidana. Seperti yang dilakukan oleh Ibnu Hafiz. Dua tahun mendekam di penjara, pria berusia 41 tahun itu mengaku tak pernah absen mengaji dengan teman-temannya.

Sebelum pandemi, dia terbiasa mengaji dengan perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk. “Sekarang sebatas dengan WBP (warga binaan, Red) saja,” tuturnya.

Tak hanya aktif mengaji, Ibnu juga ingin produktif selama di rutan. Dia pun mengikuti bimbingan keterampilan. Mulai keterampilan pertukangan, hingga pencetakan paving.

Selain mengasah keterampilan, menurut Ibnu kegiatan yang diikutinya di lapas banyak nilai positifnya. Di antaranya, mempererat ikatan kekeluargaan.

Dampak lainnya, mereka juga bisa memiliki keterampilan setelah bebas nanti. “Intinya memperbaiki diri. Kalau kerajinan kan hasilnya nanti bisa dijual. Uangnya buat keluarga di rumah,” paparnya.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news