Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Targetkan Sertifikat Tanah Terbit Pertengahan Mei

17 Mei 2021, 12: 54: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

Wisata

SERU: Seorang bocah asyik bermain di wahana permainan kawasan monumen Dr. Soetomo, Desa Ngepeh, Loceret kemarin sore. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ketidakjelasan status tanah di monumen sekaligus museum Dr. Soetomo, di Desa Ngepeh, Loceret mulai menemukan titik terang. Sesuai hasil koordinasi, sertifikat tanah di situs bersejarah itu bisa diterbitkan pertengahan Mei ini.

Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi mengatakan, proses penerbitan sertifikat kawasan monumen dan museum Dr. Soetomo tersebut akan dipercepat. “Diusahakan pertengahan bulan ini sudah jadi. Sehingga tanggal 20 Mei ini dapat diserahkan sertifikatnya,” ujar Amin.

Proses penerbitan sertifikat menurut Amin mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Salah satunya Kejari Nganjuk. Menurutnya Kajari Nophy Tennophero South sangat proaktif dalam kegiatan ini.

Baca juga: Petasan Meledak di Pagu, 1 Tewas, Polisi Tetapkan Tersangka

Bahkan, tutur Amin, Nophy langsung berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk. Orang nomor satu di Kejari Nganjuk itu mendorong agar proses penerbitan sertifikat bisa segera tuntas. “Proses penerbitan sertifikatnya dibantu dipercepat dengan memanfaatkan momen hari kebangkitan nasional,” imbuhnya.

Pertimbangan itu diambil lantaran Dr. Soetomo merupakan salah satu pahlawan nasional dan berasal dari Kota Angin. Tak hanya mendorong penerbitan sertifikat, menurut Amin korps adhyaksa juga siap membantu menelaah dan mengurus proses kepemilikan lahan cagar budaya dan peninggalan bersejarah lainnya.

Untuk diketahui, pengukuran lahan kawasan monumen dan museum Dr. Soetomo telah dilakukan bersama dengan tim BPN Nganjuk. Proses pengukuran dituntaskan pada Selasa (4/5) lalu. “Ukurannya sudah didapatkan oleh tim BPN Nganjuk,” tandas pria yang tinggal di Kelurahan Begadung, Kota Nganjuk tersebut.

Menurut Amin, penerbitan sertifikat tanah menjadi cukup krusial. Pasalnya dengan begitu status kepemilikan lahan menjadi jelas. Sehingga, jika nantinya dikembangkan sebagai objek wisata akan lebih mudah. “Karena selama ini kalau mau dibangun (sarana dan prasarana) terkendala dengan status kepemilikannya,” pungkas Amin.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news