Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Petasan Meledak di Pagu Kediri, Rumah Hancur, 1 Orang Tewas

13 Mei 2021, 01: 48: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

petasan pagu

TKP: Rumah di Dusun Sumberejo, Desa Tanjung, Kecamatan Pagu dipasang garis polisi. (M Imron for Radar Kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Nahas menimpa Muhammad Nadhif, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tadi malam (12/5). Pria 37 tahun ini tewas diduga usai petasan yang yang dia rakit di rumah orang tuanya, Dusun Sumberejo, Desa Tanjung, Kecamatan Pagu meledak. Saking kerasnya ledakan, ruang tamu tempat Nadhif merakit petasan hancur.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan peristiwa tersebut terjadi ketika warga sedang merayakan malam lebaran. Tak diduga, duaaarr…tiba-tiba suara mirip dentuman bom terdengar. Warga berduyun-duyun keluar rumah dan mencari sumber ledakan. Ternyata suara tersebut berasal dari sebuah rumah di Dusun Sumberejo.

Bagian depan rumah yang sudah hancur berkeping-keping. Pecahan kaca dan kayu berhamburan hingga ke luar. Begitupun dengan sobekan kertas putih yang mengindikasikan ledakan tersebut berasal dari petasan kertas. Warga pun makin kaget ketika melihat Nadhif tergeletak tak bernyawa di lantai ruang tamu. Dengan kondisi tubuh penuh luka dan tak utuh lagi. "Berdasarkan keterangan warga setempat, kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi pada pukul 20.00,” ujar Kasi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagiyo.

Baca juga: Kampung Kauman, Cerita dan Tradisi yang Bertahan hingga Sekarang (18)

Usai mendapat laporan warga, Erwan mengatakan polisi langsung datang mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi tubuh korban. Garis polisi dipasang di sekeliling rumah. Hanya saja, ketika ditanyakan tentang penyebab meledaknya petasan tersebut via telepon tadi malam, Erwan belum memberi penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, menurut Camat Pagu Mohammad Imron yang juga mendatangi TKP, korban sebenarnya tidak sendirian di rumah itu. Ada kedua orang tuanya. Beruntung karena berada di ruangan lain, orang tua Nadhif tak mengalami luka. "Orang tuanya ada di ruang belakang, sedangkan korban membuat petasam di ruang tamu,” bebernya.

Imron menambahkan, sejak menikah, korban sebenarnya tinggal bersama istrinya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates. Sedangkan rumah di Desa  Sumberejo itu merupakan tempat tinggal orang tua korban. 

Berdasar keterangan orang tuanya, Imron mengatakan Nadhif memang kerap datang ke rumah Sumberejo saat lebaran. Di antaranya untuk membuat petasan. "Katanya bukan untuk diperjualbelikan, melainkan digunakan sendiri," pungkasnya. (ica)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news