Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Terobos Sekat, Manfaatkan Jalan Tikus

11 Mei 2021, 13: 28: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

PINTAS: Pengendara motor melewati salah satu jalan tikus dari wilayah Kasembon, Kabupaten Malang menuju wilayah Kandangan di Kabupaten Kediri

PINTAS: Pengendara motor melewati salah satu jalan tikus dari wilayah Kasembon, Kabupaten Malang menuju wilayah Kandangan di Kabupaten Kediri (KAREN WIBI - RADARKEDIRI.ID)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pos penyekatan yang dipasang di Desa/Kecamatan Kandangan tidak sepenuhnya mampu menghadang laju pemudik. Sebagian dari mereka masih bisa memanfaatkan beberapa jalan tikus. Sehingga bisa melewati perbatasan tanpa ketahuan polisi.

Salah satu jalan tikus itu ada di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Berada di timur tugu perbatasan Kabupaten Malang-Kabupaten Kediri. Warga sering melewati jalan itu bila menuju arah Pasar Kandangan.

Hingga kemarin, jalan tersebut masih bebas dilewati pengendara. Tidak hanya warga lokal, namun juga dari warga luar wilayah.

Baca juga: ASN Tidak Boleh Tambah Cuti

Polisi mengaku sudah mengetahui kondisi itu. Apalagi, jumlah pengendara yang melewati jalan tikus itu puluhan kendaraan dalam sehari. Polisi pun mengantisipasinya dengan melakukan penjagaan di beberapa titik. Selain itu mereka juga berpatroli secara berkala.

“Tujuannya adalah untuk mencari pengendara yang nekat melewati jalan tersebut,” kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono.

Menurut Lukman, dia sudah memiliki catatan khusus jalan mana saja yang sering dijadikan jalur alternatif. Seperti jalan yang ada di timur gapura perbatasan antara Malang-Kediri. Jalan itu kemudian bercabang. Satu jalur melewati Desa Mlancu dan satu lagi melalui Desa Medowo, semuanya di Kecamatan Kandangan. Kedua percabangan itu kemudian tembus hingga sebelah utara Pasar Kandangan.

Lukman mengatakan, penjagaan tidak hanya dilakukan oleh polisi dan tim gabungan. Juga warga setempat. Mereka telah diberi edukasi yang akan memberi peringatan kepada orang luar yang hendak melewati jalur tikus tersebut. “Kami sudah beri imbauan tentang bahayanya pemudik dari luar kota karena bisa membawa penyakit,” tuturnya.

Bagaimana dengan warga yang sudah lolos? Lukman mengatakan filter terakhir adalah di tingkat RT. Jika ada pemudik yang lolos, pihak RT akan melakukan pendataan. Kemudian pemudik itu diperiksa apakah reaktif atau tidak. “Jadi kita sudah saiapkan rapid antigen,” ungkapnya.

Jika pemudik tersebut terbukti reaktif, dengan segera pihak Satgas Covid-19 akan membawa orang tersebut untuk dikarantina. Karantina tersebut akan dilakukan hingga pemudik terbukti non-reaktif di kemudian hari.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news