Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pemudik Harus Isolasi

Kasus Konfirmasi Aktif Mengalami Peningkatan

11 Mei 2021, 13: 21: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemudik Harus Isolasi

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri tak ingin kecolongan dengan kedatangan pemudik. Mereka yang datang selama masa pandemi ini, terutama saat larangan mudik berlaku, harus menjalani isolasi.

Tim GTPP Covid-19 sendiri berharap pada posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di desa-desa. Merekalah yang diminta untuk mengarantina pemudik yang lolos dan telah tiba di desanya.

“Posko PPKM mikro juga untuk pendatang,” tegas Sekretaris GTPP Covid-19 Slamet Turmudi.

Baca juga: Polres Kediri Kota Akan Tindak yang Ngotot Berkeliling

Slamet menambahkan, pihaknya memang mengantisipasi adanya pemudik yang berhasil melewati penyekatan. Kemungkinan hal ini terjadi juga terbuka. Karena itu, perlu kewaspadaan tinggi pada posko PPKM mikro di tiap desa.

Sementara itu, kasus konfirmasi aktif mengalami kenaikan sebanyak dua sampai tujuh orang per harinya. Kasus konfirmasi aktif tertinggi terjadi pada Rabu (5/5) sebanyak tujuh orang, semula ada 57 menjadi 64 orang. Salah satu faktornya adalah kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dan tingginya mobilitas warga.

Hingga kemarin, arus kepulangan PMI juga masih terjadi. “Kami melakukan penjemputan PMI sampai sekarang,” ujar Kabid Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri Jumadi.

Penjemputan yang terbaru adalah delapan PMI dari Malaysia dan Singapura. Dari Asrama Haji Sukolilo mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Nuraini Pare untuk menjalani tes swab. Meskipun hasilnya negatif mereka tetap menjalani karantina di SDN Pelem 2 Pare.

Di Kota Kediri, kasus suspek sudah tembus 101. Dari jumlah itu 53 di antaranya menjalani isolasi mandiri. Sisanya dirawat di rumah sakit.

Mereka yang suspek tersebut menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Seperti demam dan bersuhu di atas 38 derajat celcius, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan pilek.

“Pasien ini bisa kontak dengan orang yang probabel atau dengan terkonfirmasi Covod-19 tapi sudah berlangsung selama 14 hari,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Terkait hal itu, pelacakan dengan menjalani rapid test terus dilaksanakan. Hingga kemarin, jumlah yang ikut rapid test bertambah lagi menjadi 31 orang. Dari jumlah tersebut, yang reaktif sebanyak empat orang. Lalu untuk yang menjalani swab kini ada tambahan sebanyak sepuluh orang.

Karena jumlah suspek masih terus bertambah maka dr Fauzan meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, hingga kemarin, jumlah kasus terkonfirmasi terus naik menjadi 1.383 kasus. “Tambahan baru ada tiga orang yang positif Covid-19,” ucapnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news