Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pastikan Kinerja Birokrasi Lancar

11 Mei 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Mabes

GELEDAH ULANG: Penyidik KPK dan Bareskrim Mabes Polri meninggalkan kantor BKD Nganjuk kemarin siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, sebelum penggeledahan untuk kedua kalinya dilakukan kemarin pagi, Sekda Nganjuk M. Yasin melakukan pengecekan lingkungan pemkab. Tujuannya untuk mengetahui ruangan mana saja yang disegel Bareskrim Polri.

“Saya juga tidak mengerti. Saya belum dapat informasi. Ayo kita melihat bersama-sama,” ajak Yasin kepada sejumlah awak media untuk turut serta melakukan peninjauan. Hasilnya, tidak ada lagi ruangan yang disegel selain dua ruang di kantor BKD tersebut.

Selain mengecek ruangan, Yasin juga ingin memastikan pelayanan ke masyarakat tetap berjalan. Para ASN yang ruangannya terganggu penyegelan diminta menumpang ke ruang kerja bidang lainnya. “Pelayanan akan tetap berjalanan. Semuanya harus seperti biasanya tetap bekerja,” tandas Yasin.

Baca juga: Partai Demokrat Berbagi di Bulan Suci

Namun, dalam praktiknya hal tersebut relatif susah dilakukan. Terlebih untuk dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pasalnya, dua ruangan bidang mutasi ditutup rapat dengan tambahan garis polisi di depannya.

Hal itu membuat ASN tak berani menerobos atau masuk ke dalam. Meski, untuk sekadar mengambil berkas atau dokumen yang perlu dikerjakan. “Gimana kerjanya kalau semua berkas dan data saya ada di dalam. Kita bisa saja kerja di ruang lain, tapi bahan kerjanya kan ada di dalam,” tutur pria yang mewanti-wanti namanya tidak ditulis.

Untuk diketahui, selain ruangan BKD, informasinya penyidik Bareskrim Mabes Polri juga menggeledah rumah dinas bupati atau ruang Pringgitan. Di sana, tim penyidik membuka paksa brankas yang diduga berisi uang hasil suap rekrutmen perangkat desa.

Penyidik yang disebut-sebut mengebor brankas itu mengamankan uang Rp 647,7 juta. Penyidik juga mengamankan delapan unit ponsel, dan buku tabungan.

Berbeda dengan ruang BKD yang disegel dan dipasang garis polisi, hal serupa tidak terlihat di ruang Pringgitan. Aktivitas di sana masih terlihat normal meski jauh lebih sepi dibanding biasanya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news