Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pelayanan di Kecamatan Pace setelah Camat Ditangkap Bareskrim

11 Mei 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Kantor

BUKA PELAYANAN: Sejumlah ASN Kecamatan Semen menempati meja pelayanan di kecamatan. Meski tidak ada camat dan sekcamnya, mereka tetap menerima berkas dari masyarakat. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Pelayanan di lima kecamatan Kota Angin dipastikan tak berjalan normal setelah penangkapan camatnya Minggu (9/5) lalu. Meski demikian, para staf  tetap bekerja di pos masing-masing walaupun nakhodanya tidak ada. Seperti yang terlihat di Kecamatan Pace.

IQBAL SYAHRONI, PACE, JP Radar Nganjuk

Kondisi Kecamatan Pace kemarin siang sepi. Hanya terlihat sejumlah kendaraan yang terparkir di halaman depan kecamatan. Deretan motor itu bukanlah milih masyarakat. Melainkan para staf yang bertugas di sana.

Baca juga: Puluhan TKI Harus Jalani Karantina

Saat Jawa Pos Radar Nganjuk mendatangi kantor Kecamatan Pace sekitar pukul 12.00 kemarin, hanya ada satu warga yang memasukkan berkas ke kecamatan. Selebihnya, ruangan bercat cokelat itu kembali sepi. 

Jika Camat Pace Dupriono sudah dipastikan ditangkap tim gabungan KPK dan Bareskrim Polri, beberapa pejabat lainnya juga tak terlihat batang hidungnya. Mulai sekretaris camat, dan sejumlah kepala seksi (kasi).

Setelah menunggu sekitar 30 menit, barulah Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Kecamatan Pace Suhad menemui koran ini. “(Sekcam, Red) masih keluar ke kota (Nganjuk, Red),” urainya.

Saat ditanya keperluan  apa sang sekcam keluar dari Nganjuk, Suhad enggan menjawabnya. Ia berkilah tidak tahu keperluan atasannya itu. Dengan tidak adanya camat dan sekcam di sana, diakui Suhad posisi pucuk pimpinan kosong.     

Meski demikian, dia menyebut kegiatan di kecamatan berjalan dengan lancar. Para pemohon surat yang datang ke Kecamatan Pace juga dilayani seperti biasa. Hanya saja, mereka menghadapi kendala saat membutuhkan tanda tangan berkas.

Suhad menegaskan, hingga pukul 14.00 kemarin, belum ada perintah lebih lanjut terkait pelayanan di sana. Baik dari sekcam maupun dari Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk untuk pengisian pejabat baru. “Sementara kami terima semua dulu, kami tampung (berkas, Red). Kita lihat besok (hari ini, Red) lagi,” beber  lelaki berambut cepak itu.

Diakui Suhad, hingga kemarin para staf di sana masih belum tahu apakah Camat Pace Duprianto akan kembali ke kantor. Demikian pula sekcamnya. “Ngantor lagi atau tidak, kami masih belum tahu,” imbuhnya berhati-hati.

Sesuai dengan arahan dari Sekda Nganjuk Mokh Yasin, seluruh kecamatan dan desa harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Baik masalah kependudukan hingga masalah desa.

Karenanya, para ASN di sana berkomitmen untuk melakukan pekerjaan seperti biasa. Jika hingga hari ini belum ada kepastian, Suhad sudah memikirkan untuk meminta petunjuk ke Pemkab Nganjuk. Terutama, terkait pelayanan administrasi di Kecamatan Pace.

Untuk diketahui, kabar penangkapan Camat Pace Duprianto bersama beberapa kepala desa di Pace agaknya sudah menyebar luas kemarin. Meski mengetahui hal tersebut, warga memilih memperbincangkannya dalam senyap.

Mereka baru mau buka suara setelah dihampiri koran ini. Seperti dikatakan oleh Atik, 37. Dia mengaku mengerti jika camat dan beberapa kades ditangkap polisi. Meski demikian, Atik tidak mengetahui detail kasusnya. “Hanya dengar kabar dari orang-orang, ada beberapa kades. Tapi nggak tahu siapa saja,” urainya.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news