Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga di Enam Desa Tolak Hasil Tes Perangkat

10 Mei 2021, 12: 45: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Perangkat

TOLAK HASIL TES: Beberapa warga bergantian membubuhkan tanda tangan pada kain putih sebagai tanda protes hasil pengisian perangkat Desa Trayang, Ngronggot kemarin. Dua karangan bunga tanda mosi tidak percaya juga menghiasi balai desa setempat. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Gelombang penolakan hasil tes pengisian perangkat desa yang digelar Kamis (6/5) lalu terus bermunculan. Hingga kemarin, penolakan setidaknya muncul di enam desa. Warga meluapkan kekecewaannya dengan membuat karangan bunga.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, penolakan hasil tes perangkat desa terjadi di Desa/Kecamatan Ngronggot; Desa Ngrengket, Sukomoro; Desa Duren, Sawahan. Kemudian, Desa Nglaban, Loceret; dan Desa Trayang, Ngronggot.

Cara warga mengungkapkan penolakannya terhadap hasil tes hampir sama. Yakni, mereka mengirim karangan bunga tanda berduka cita terhadap hasil rekrutmen perangkat desa. Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk di Desa Trayang, Ngronggot menyebut, karangan bunga muncul sejak Jumat (7/5) malam.

Baca juga: Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (28/habis)

Karangan bunga bernada sarkastis itu dibeli dari hasil patungan warga yang tidak terima dengan hasil tes. “Ini bentuk protes dan penolakan dari pemuda dan warga desa atas hasil pengisian perangkat desa di sini,” ujar Anwar Supriyadi, perwakilan warga yang melakukan aksi protes.

Warga Trayang juga menyampaikan protes dengan cara lain. Kemarin siang, mereka menggelar aksi penolakan di depan Balai Desa Trayang. Warga membuat petisi dengan membentangkan dua lembar kain di sana.

Warga yang memiliki keresahan senada itu secara bergantian membubuhkan tanda tangannya di kain tersebut. Mereka menuntut ada transparansi dan penjelasan atas hasil ujian yang diduga banyak kejanggalan tersebut.

“Nilai salah satu calon peserta terpilih mendapatkan hasil sempurna. Tidak ada yang salah (sama sekali),” imbuh pria yang akrab disapa Aan tersebut kepada koran ini.

Warga semakin curiga karena peserta yang dinyatakan lolos sebagai perangkat desa tersebut merupakan anak kandung dari Kepala Desa Trayang. Yakni, Tsalistya Rully Lukman sebagai sekretaris desa. “Kami menuntut ada kejelasan. Terkait tuntutan untuk membuat ujian ulang masih akan kami bahas bersama lagi ke depannya,” sambung Aan.

Sementara itu, aksi protes dari warga tersebut berlangsung dalam pantauan petugas Polsek dan Koramil Ngronggot. Mereka datang ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Terpisah, Ketua Panitia Pengisian Perangkat Desa Trayang Agus Sugiharto yang dikonfirmasi oleh koran ini belum bersedia memberikan keterangan. “Langsung tanyakan saja kepada Pak Kades ya,” kelit Agus saat dikonfirmasi koran ini sembari berpamitan meninggalkan Balai Desa Trayang.

Seperti diberitakan, total ada 116 desa yang menggelar tes perangkat desa. Tes digelar untuk mengisi 288 jabatan perangkat desa yang kosong. Selain 116 desa tersebut, sebenarnya posisi perangkat desa di 148 desa lain juga banyak yang kosong. Tetapi, mereka belum menggelar tes.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news