Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mobil Pribadi Jadi Sasaran Utama Tes Acak

Empat Hari Penyekatan, Volume Kendaraan Turun

10 Mei 2021, 12: 43: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Mudik

NONREAKTIF: Petugas Dinkes Nganjuk mengambil sampel usap hidung kepada pengendara kendaraan yang melintas di exit tol Begadung. Selama empat hari pemeriksaan, belum ditemukan satu orang pun yang reaktif. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Empat hari pelaksanaan penyekatan, volume kendaraan yang melewati Nganjuk mulai turun. Merespons hal tersebut, tim gabungan tetap memperketat pengawasan. Termasuk melakukan rapid test acak dengan sasaran utama mobil pribadi.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Marita Dyah Anggraeni melalui KBO Lantas Polres Nganjuk Iptu Herry Buntoro. Menurutnya, hingga kemarin total ada sekitar 50 kendaraan yang diminta putar balik. “Jumlah itu dari tiga titik penyekatan utama (exit tol, Wilangan, dan Rejoso, Red),” ujar Herry.

Selama penyekatan, menurut Herry, sasaran utama pemeriksaan adalah mobil pribadi. Meski, ada juga beberapa sepeda motor juga yang diminta putar balik. Terutama untuk motor yang tujuannya hendak ke Bojonegoro.

Baca juga: Pemdes Optimalkan Pemanfaatan Rumah Singgah untuk Tampung Pemudik

Tak hanya mengecek dokumen perjalanan milik pengendara kendaraan, Herry menyebut pihaknya juga melakukan rapid test acak. Terutama kepada pengendara kendaraan pribadi. Hasilnya, belum ditemukan pengendara yang reaktif.

Lebih jauh Herry menegaskan, penyekatan yang dilakukan hingga kemarin relatif efektif. Hal itu terlihat dari berkurangnya volume kendaraan yang melewati Nganjuk. “Dalam sehari, di exit tol bisa ada 9-10 kendaraan yang diminta putar balik,” jelas Herry sembari menyebut total kendaraan yang melintas 40-50 kendaraan.

Kendaraan yang lolos, tutur Herry, karena mereka dianggap memiliki urgensi pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Ia pun mengaku bisa memaklumi hal tersebut. Terutama jika untuk kepentingan pekerjaan.

Kondisi berbeda akan diterapkan pada tanggal 12-13 nanti. Menurut Herry, dalam kurun waktu tersebut hampir dipastikan tidak ada yang berdinas. “Kalau itu waktunya mau liburan. Bisa dicurigai apakah benar bekerja atau tidak," paparnya.

Seperti sebelumnya, Herry menyebut, sejumlah kendaraan yang diminta putar balik rata-rata mengaku hanya lewat saja. Mereka datang dari Ngawi, Jakarta, hendak ke Kediri atau Madiun. Namun, mereka lewat Begadung. Hal itulah yang menjadi pertanyaan petugas dan mereka diminta putar balik.

Untuk diketahui, hingga kemarin belum ada penumpang kendaraan pribadi yang diminta melakukan isolasi mandiri. Hal tersebut menyusul belum adanya pengendara yang reaktif. Bahkan, ada beberapa penumpang yang sengaja tidak mau ikut rapid tes antigen. Selanjutnya, mereka memilih untuk putar balik dengan sendirinya.

Herry menegaskan, selama beberapa hari penyekatan, petugas satlantas hanya menilang satu buah mobil yang platnya mati. Meski dilakukan penyekatan, tugas Satlantas Polres Nganjuk untuk menindak pelanggaran juga terus dilakukan.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news