Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pemdes Optimalkan Pemanfaatan Rumah Singgah untuk Tampung Pemudik

Banyak yang Sudah Curi Start sejak Bulan Lalu

10 Mei 2021, 12: 31: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Mudik

SIAP TAMPUNG PEMUDIK: Satgas Covid-19 yang memakai APD lengkap bersiaga di Desa Kenep, Loceret. Pemdes memanfaatkan gedung polindes sebagai rumah singgah selama masa pelarangan mudik. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Pemerintah desa (pemdes) merespons penyekatan pemudik yang diterapkan sejak Kamis (6/5) lalu dengan mengoptimalkan pemanfaatan rumah singgah. Mereka siap menampung pemudik yang nekat pulang kampung hingga pekan depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin mengungkapkan, dalam masa penyekatan larangan mudik 6-17 Mei nanti, dimungkinkan masih ada warga yang lolos. Mengantisipasi hal tersebut, desa diminta aktif melakukan antisipasi penularan Covid-19. “Pemudik kemungkinan datang dari daerah yang masih satu rayon dengan Nganjuk. Harus tetap diantisipasi,” pinta Yasin.

Warga yang nekat pulang kampung, jelas Yasin, diminta untuk menempati rumah singgah untuk mengikuti karantina mandiri. Yasin menegaskan, pencegahan penularan virus korona butuh kekompakan semua elemen. Baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa.

Baca juga: Bupati Bagikan Zakat kepada Ribuan Penarik Becak

Mudik

Rumah Singgah Desa (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Tak hanya pemerintah desa, pria yang sebelumnya menjabat kepala dinas pendidikan ini juga meminta masyarakat waspada. “Awasi lingkungan sekitar. Jika ada pemudik, bisa dilaporkan ke pemerintah desa,” pintanya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nganjuk Dedy Nawan menuturkan, sebanyak 264 kepala desa di Nganjuk sudah sepakat untuk memaksimalkan rumah singgah. Terutama untuk menampung warga Kota Angin yang pulang kampung.

Pria yang juga Kades Gejagan, Loceret ini menjelaskan, pihaknya menyiapkan rumah singgah di gedung TK dan PAUD di desanya. “Gedungnya tidak terpakai karena siswa libur lebih dari setahun. Dijadikan rumah singgah,” tuturnya. 

Dalam praktiknya nanti, menurut Dedy satgas desa juga akan melakukan tracing atau pelacakan. Dengan demikian, potensi penularan Covid-19 bisa dicegah sedini mungkin.

Meski penyekatan sudah diterapkan mulai Kamis (6/5) lalu, Dedy tak menampik jika banyak pemudik yang sudah pulang kampung sebelum penerapan larangan mudik tersebut. Bahkan, tidak sedikit warga yang sudah tiba di kampung halaman sejak sebulan lalu. “Makanya, butuh peran satgas desa untuk melakukan pengawasan.

Terpisah, Kepala Desa Talang, Rejoso Suparlan menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih mendata warga yang mudik ke desanya. Beberapa orang menurutnya pulang setelah sebelumnya kerja di pabrik Kediri dan Jombang.

Saat hari H lebaran, diprediksi akan ada sekitar 100 orang yang pulang kampung. “Kami siapkan rumah singgah agar mereka bisa karantina mandiri di desa,” tandasnya.

Pengawasan Pemudik di Desa:

-Pemdes mengaktifkan kembali rumah singgah

-Mereka memanfaatkan gedung tak terpakai untuk menampung pemudik

-Satgas desa akan melakukan penjagaan secara bergiliran

-Satgas juga akan melakukan tracing untuk mencegah penularan Covid-19

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news