Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Mas Novi Paparkan Kawasan Industri Nganjuk kepada GDTC Maroko

Upah dan Harga Tanah Murah Jadi Daya Pikat

10 Mei 2021, 11: 37: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

KING

UNTUK KEMAJUAN NGANJUK: Dari kiri, Bupati Novi Rahman Hidhayat, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan perwakilan GDTC Maroko berbincang akrab di Gedung Negara Grahadi Surabaya Sabtu (8/5) sore lalu. (Dokumen Pemkab Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Investasi di Nganjuk hampir dipastikan akan semakin menggeliat. Ini setelah Bupati Novi Rahman Hidhayat bertemu dengan para pengusaha Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/5) lalu. Mereka menyatakan sangat tertarik untuk berinvestasi di Kawasan Industri Nganjuk (KING).

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak itu, Mas Novi berkesempatan memaparkan KING di depan para pengusaha dari Maroko, Jordania, Cina, dan Malaysia. “Dari lima proyek strategis nasional yang saya paparkan, mereka paling tertarik dengan KING,” ujar Mas Novi usai pertemuan Sabtu sore lalu.

Lebih jauh Mas Novi menuturkan, ada sejumlah kepala daerah yang diundang untuk mengikuti pertemuan dengan GDTC Maroko tersebut. Masing-masing kepala daerah diminta memaparkan potensi investasi di daerah masing-masing.

Baca juga: Berangkat Kerja, Tabrak Truk Parkir

KING

JAJAKI INVESTASI: Mas Novi (kiri), Gubernur Khofifah (2 dari kiri) bersama perwakilan pengusaha GDTC Maroko dan sejumlah pejabat yang mengikuti pertemuan di Gedung Negara Grahadi. (Dokumen Pemkab Nganjuk for radarkediri.id)

Rupanya, para pengusaha tersebut tertarik untuk berinvestasi di Kota Angin. Salah satu pertimbangannya, harga tanah dan upah buruh di Nganjuk masih jauh lebih murah dibanding Surabaya dan beberapa kota di sekitarnya.

Mereka semakin tertarik setelah mendengar pernyataan Gubernur Khofifah jika Nganjuk merupakan daerah pengembangan industri di Jatim. “Kalau beberapa daerah lainnya hanya penambahan saja,” lanjut Mas Novi.

Untuk diketahui, dari empat kawasan industri yang ada di Nganjuk, Mas Novi menawarkan agar investor berinvestasi di KING 4. Kawasan tersebut dianggap paling memungkinkan dikerjasamakan dengan pihak swasta. Adapun dari Pemkab Nganjuk, pengelolaannya akan diserahkan kepada BUMD.

Mas Novi bersyukur, selain mendapat dukungan dari Gubernur Khofifah, Wagup Emil juga sangat mendukung investasi di Nganjuk. Setelah pertemuan Sabtu sore lalu, rencananya bupati muda itu akan mengikuti pertemuan lanjutan setelah lebaran nanti.

Pemprov akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan GDTC Maroko dan membahas lebih detail rencana investasinya. “Kami menyambut positif karena ini merupakan sinyal yang baik untuk pembangunan Kabupaten Nganjuk,” jelas bapak lima anak itu.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news