Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
icon-featured
Features
Pendirinya Pasukan Diponegoro

Kampung Kauman, Cerita dan Tradisi yang Bertahan hingga Sekarang (16)

08 Mei 2021, 12: 59: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

BERGANTI: Pasar Pamenang Pare yang dulu, konon, merupakan alun-alun.

BERGANTI: Pasar Pamenang Pare yang dulu, konon, merupakan alun-alun. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Share this          

Anggota pasukan Diponegoro yang membuka wilayah yang menjadi Kampung Kauman ini. Namun, dalam perkembangannya, kedatangan warga dari Pulau Bawean memperkental nuasan tempat tinggal kaum beriman.

=============================

Jejak sejarah Kampung Kauman Pare bermula pada Abad 15. Tepat setelah berakhirnya Perang Jawa dengan kekalahan Pangeran Diponegoro. Sebagian pasukan sang Pangeran melarikan diri ke arah timur. Termasuk hingga di wilayah yang saat ini menjadi Kampung Kauman Pare.

Cerita itulah yang diyakini warga asli Kauman sebagai awal terbentuknya permukiman mereka. Sebagian warga juga mengaku masih keturunan dari pasukan Diponegoro yang babad alas tersebut.

Nama Kiai Sirojudin yang diyakini sebagai orang yang membuka lahan menjadi Kampung Kauman tersebut. Tujuannya tak sekadar tempat pelarian saja tapi juga untuk syiar agama.

“Selain itu beliau memang yang membabat wilayah tersebut dan berkaitan dengan syiar agama,” ujar Imron, warga setempat.

Dalam perkembangannya, nuansa Islam di Kampung Kauman menjadi sangat khas karena kedatangan pendatang dari Pulau Bawean. Mereka adalah para pedagang, yang juga membawa syiar Islam. Para pendatang dari Bawean ini nyaris mendominasi di sekitar Masjid At-Taqwa. Buktinya adalah pertokoan-pertokoan tua yang masih ada hingga sekarang.

Wilayah Kampung Kauman Pare menyebar di sekitar Pasar Pamenang. Secara administratif mereka menyebar ke belasan rukun tetangga (RT) di dua rukun warga (RW). Sebagian wilayahnya juga sudah berganti nama. Seperti di gang 1, gang 2, dan gang 3 misalnya. Wilayah ini lebih dikenal sebagai Kauman lama yang telah berganti menjadi Jalan Gede 1 hingga 3.

Wilayah Kampung Kauman juga menyebar di gang 4 dan gang 5. Di gang 4 itu sudah menjadi Jalan Rinjani. Sedangkan yang di gang 5 itu tetap menggunakan nama Jalan Kauman.

Selain di lima gang tersebut, jejak masyarakat Kauman juga ada di timur dan utara Pasar Lama Pare yang kini menjadi Pasar Pamenang. Di timur pasar mengelompok di RT 23 RW 06. Sedangkan di utara meliputi RT 28 dan RT 29 yang keduanya masuk RW 08. Juga ada yang berada di Jalan M. Yusuf, yaitu Kampung Kauman yang masuk wilayah RT 23 RW 06 dan RT 27 RW 08.

Imron mengatakan, Kampung Kauman di timur pasar punya ciri berbeda dengan yang ada di utara pasar. Terutama pada sisi mata pencaharian dan kebiasaan beragama dan pendidikannya.

Menariknya, sebelum jadi Pasar Pamenang, konon dulu area ini adalah alun-alun. Ini menguatkan ciri khas Kampung Kauman yang selalu berada dekat alun-alun dan pusat pemerintahan. Di mana pusat pemerintahannya? Itu bisa ditelusuri dari lokasi gedung eks-Kawedanan Pare yang jaraknya tak sampai satu kilometer dari Kampung Kauman.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news