Jumat, 25 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Cetak Bukti Penerimaan, Siswa Tak Perlu Daftar Ulang

08 Mei 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PPDB

PPDB SMA/SMK 2021 (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, siswa yang dinyatakan lolos dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK 2021 tidak perlu melakukan daftar ulang. Sebagai gantinya, mereka cukup mencetak bukti penerimaan sesuai yang tersedia di aplikasi ppdbjatim.net.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, dengan mencetak bukti penerimaan otomatis siswa sudah konfirmasi. “Jadi tidak perlu daftar ulang lagi,” katanya.

Khusus untuk siswa yang dinyatakan gugur atau tidak diterima menurut Edy tidak perlu berkecil hati. Sebab, mereka masih punya kesempatan untuk mengikuti pendaftaran di jalur lainnya. Baik untuk SMA maupun SMK.

Baca juga: Tes Antigen,  Belum Ada Pengendara yang Reaktif

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, calon peserta didik masih bisa mendaftar di jalur zonasi dan prestasi akademik. Pendaftaran dua jalur itu baru akan digelar pertengahan bulan ini. “Nanti peserta didik bisa memilih lagi dari awal. Sesuai jalur yang diinginkan,” terang Edy.

Siswa, jelas Edy, juga diperbolehkan untuk mencoba mendaftar lintas jalur. Jika sebelumnya pendaftar jalur SMA yang gugur tidak bisa mendaftar di SMK, tahun ini sebaliknya. Pendaftar yang tidak diterima di PPDB SMA masih bisa mendaftar di SMK.

PPDB tahun ini menurut Edy lebih fleksibel dibanding tahun lalu. “Ini (aturan PPDB baru, Red) untuk mengakomodir siswa dalam memilih sekolah,” jelasnya.

Meski masih ada banyak peluang, Edy berpesan agar siswa pintar dalam mengatur strategi pendaftaran. Jika jarak rumah lebih dekat dengan sekolah tertentu, dia meminta agar siswa tak memaksakan mendaftar ke sekolah lain yang jaraknya lebih jauh.

Dengan sistem zonasi, peluangnya untuk diterima di sekolah yang jaraknya lebih jauh sangat kecil. Sebab, pembobotan pendaftar dilakukan dengan sistem jarak. “Siswa yang terdekat otomatis akan diterima. Peluangnya lebih besar,” bebernya.

Siswa, menurut Edy harus lebih realistis dalam memilih sekolah. Bukan memilih berdasar gengsi. Terutama agar diterima di sekolah favorit. Seperti sebelumnya, Edy memastikan kualitas semua sekolah sama. Tergantung semangat siswa dalam belajar. “Itu yang menentukan prestasi dan keberhasilan siswa,” tandasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news