Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tes Antigen,  Belum Ada Pengendara yang Reaktif

Siapkan RS Darurat Pu Sindok untuk Isolasi

08 Mei 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Mudik

TELITI: Anggota Polres Nganjuk naik ke truk angkutan yang melintas di exit tol Begadung kemarin. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan di bak truk itu tidak ada pemudiknya. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Penyekatan di sejumlah posko Kota Angin masih terus berlanjut. Selain meminta pengendara yang diindikasikan mudik untuk putar balik, tim gabungan juga melakukan rapid test antigen. Meski demikian, hingga kemarin belum ditemukan adanya pengendara yang reaktif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr Hendriyanto mengungkapkan, rapid test antigen dilakukan kepada pengendara kendaraan yang tidak membawa surat lengkap. “Kami tes secara acak. Yang sudah jelas membawa surat (hasil rapid test, Red) tidak diperiksa lagi,” katanya.

Untuk diketahui, di Kota Angin sedikitnya ada tiga posko penyekatan. Yakni, di exit tol Begadung, di Wilangan yang berbatasan dengan Madiun. Serta di Rejoso yang berbatasan dengan Bojonegoro.

Baca juga: Tradisi Uang Baru Lebaran Membuat Jasa Penukaran Dadakan Marak

Mudik

SIAPKAN RAPID TEST: Plt Kadinkes Nganjuk dr Hendriyanto (2 dari kiri) berkoordinasi dengan polisi sebelum pelaksanaan tes acak pemudik kemarin pagi. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Rapid test antigen terutama dilakukan di tiga posko tersebut. Meski demikian, hal serupa juga tidak menutup kemungkinan diberlakukan di tujuh pos pengawasan dan pelayanan.

Tim gabungan menurut Hendri akan melakukan analisa. Terutama, berdasar keterangan sopir kendaraan saat ditanyai petugas. Demikian juga dengan kelengkapan berkas mereka. “Sebagian yang tidak bawa surat kan langsung diminta putar balik. Jadi tidak perlu lagi dilakukan rapid test antigen,” terang pria yang secara definitif menjabat sekretaris dinas kesehatan ini.

Hendri menjelaskan, setiap kendaraan yang masuk ke Nganjuk akan ditanya keperluan mereka ke Kota Angin. Jika pengendara bilang untuk bekerja, tim akan meminta surat keterangan dari kantor. Untuk memastikan surat asli, mereka juga akan memeriksa keabsahannya.

Seperti yang dilakukan kemarin pagi, petugas Dinkes Nganjuk mengecek surat rapid antigen penumpang yang datang dari Jakarta. Sesuai surat keterangan yang dibawa, dia hendak bekerja di Nganjuk. “Suratnya benar, tes antigen diambil sehari sebelumnya. Jadi tidak perlu tes lagi,” tuturnya.

Bagaimana jika dalam pemeriksaan lanjutan nanti ditemukan ada pengendara kendaraan yang dinyatakan reaktif? Hendri menyebut mereka akan dibawa ke RS Darurat Pu Sindok untuk isolasi mandiri. Selebihnya, mereka juga akan diperiksa kesehatannya selama isolasi mandiri.

Hendri menegaskan, dinkes menyiapkan total 2.000 alat rapid test antigen selama pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei. “Petugas yang melakukan pengambilan sampel kami bekali APD (alat pelindung diri, Red) demi keamanan bersama,” urainya.

Sementara itu, sejak pukul 00.00 hingga pukul 09.00 kemarin total ada empat mobil pribadi yang diminta putar balik. Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Marita Dyah Anggraeni melalui KBO Satlantas Polres Nganjuk Iptu Herry Buntoro menjelaskan, kendaraan yang diminta kembali itu mayoritas karena mengaku hanya akan melewati Nganjuk.

Misalnya, ada pengendara yang mengaku akan ke Madiun. Ada juga yang mengaku akan ke Kediri. “Alasannya tidak jelas, langsung kami minta balik kanan,” tandasnya.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news