Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Ekspedisi Bentang Kendeng Timur

MeneluMenelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (27)

Kerang Kima

08 Mei 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Fosil

INDAH: Salah seorang pegawai di museum Anjuk Ladang Nganjuk menunjukkan fosil kerang raksasa yang menjadi salah satu koleksi unggulan di sana. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Sekilas melihat, bentuk fosil ini mirip dengan terumbu karang. Namun, jangan salah sangka. Fosil tersebut merupakan hewan laut purba. Tepatnya adalah kerang kima raksasa.

Keberadaan fosil tridacna gigas atau yang biasa dikenal dengan kerang kima raksasa ditemukan di kawasan hutan Desa Sambikerep, Rejoso. Selain karena keindahannya, fosil kerang ini juga memikat hati lantaran ukurannya yang besar.

Hal itu sesuai dengan nama yang disematkan kepada hewan dari kelas bivalvia tersebut. Panjang fosil biota yang bertubuh lunak dan dilindungi sepasang cangkang bertangkup tersebut mencapai 31 sentimeter (cm). Dengan lebar sekitar 28 cm dan tinggi 16 cm.

Baca juga: Kebut Perbaikan Jeglongan Sewu

“Ini merupakan salah satu koleksi unggulan di museum ini,” ujar Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Lebih lanjut Amin menjelaskan, kerang jenis ini memang memiliki keistimewaan dalamhal ukuran. Kerang diketahui hidup di kedalaman air laut. Hewan yang bernapas menggunakan insang tersebut bergerak dengan kaki perut. Kerang bergerak dengan cara menggali pasir atau dasar perairan di lingkungannya tinggal. “Kerang ini hidup di perairan terumbu karang di samudera Pasifik dan Hindia,” terang Amin.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, kerang ini tergolong memiliki rentang atau masa hidup relatif panjang. Bahkan ada yang menyebut jika kerang ini bisa hidup lebih dari seratus tahun.

Dengan fakta tersebut, diduga kuat umur kerang purba ini juga lebih panjang lagi. Pasalnya, zaman dahulu belum ada orang yang memburu kerang ini. Baik dijadikan makanan dengan diambil dagingnya, maupun diambil cangkangnya. Cangkang kerang kima ini memang banyak dijual karena keindahannya.

Sangat mudah mendapatkan informasi harga dari kerang kima tersebut. Cukup dengan menuliskan kata kunci di salah satu mesin pencarian, maka informasi itu sudah dapat terlihat.

Sementara untuk umur fosil ini diduga telah mencapai jutaan tahun yang lalu. Hal itu jika dilihat dari ekosistem atau habitat tempat kerang ini tinggal. “Setidaknya lebih dari satu juta tahun lalu,” pungkas Amin.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news