Rabu, 16 Jun 2021
radarkediri
icon-featured
Features
Tiap Gang Punya Ciri yang Khas dan Berbeda

Kampung Kauman, Cerita dan Tradisi yang Bertahan hingga Sekarang (15)

07 Mei 2021, 15: 05: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

CIRI KHAS: Pengendara sepeda melintas di depan Masjid At Taqwa yang berada di tengah-tengah Kampung Kauman Pare.

CIRI KHAS: Pengendara sepeda melintas di depan Masjid At Taqwa yang berada di tengah-tengah Kampung Kauman Pare. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Share this          

Di Pare, Kampung Kauman masih memiliki ciri-ciri umum. Di dekat masjid, pasar, alun-alun, dan juga ada bekas gedung kantor kawedanan Pare.

===========================

Di Kabupaten Kediri ada beberapa Kampung Kauman. Salah satunya adalah di Kelurahan Pare, Kecamatan Pare. Lokasinya di sekitar Pasar Pamenang, Jalan Mulia, di belakang Markas Polres Kediri.

Karakteristik Kauman-sebagai tempat para kaum-terlihat jelas di kampung ini. Lokasinya yang dekat pasar, memiliki masjid besar, tak terlalu jauh dengan alun-alun, juga dekat dengan pusat pemerintahan yaitu eks-kawedanan Pare.

Masjid besar di Kampung Kauman Pare ini adalah Masjid At Taqwa. Merupakan masjid tua namun berdiri kokoh di tengah-tengah pusat pertokoan. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan masyarakat Kampung Kauman dan sekitarnya.

Wilayah Kampung Kauman sendiri dibagi dua bagian besar. Satu bagian di timur Sungai Pulosari dan satu bagian di utara Pasar Pamenang. Jumlah penduduk lebih banyak di timur sungai. Totalnya sebanyak empat gang. Yaitu Kauman Gang 1, Gang 2, Gang 3, dan Gang 5.  Sedangkan yang ada di utara pasar hanya satu gang, yaitu Kauman Gang 4.

“Masing-masing gang punya karakter yang berbeda antara satu dan lainnya,” terang Imron, warga Kampung Kauman.

Sebagai contoh adala Kauman Gang 1. Kampung ini memiliki karakter pendidikan dengan dominasi organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah. Itu ditandai dengan lembaga-lembaga pendidikan di gang ini yang berafiliasi dengan Muhammadiyah. Seperti TK Aisyiyah Bustanul Atfal (ABA), SD Muhammadiyah, dan SMA Muhammadiyah.

Ini berbeda dengan masyarakat Kampung Kauman Gang 2. Di sini mayoritas merupakan warga NU. Ciri-ciri lembaga pendidikannya pun mengarah pada organisasi masyarakat (ormas) keislaman besar itu. Seperti adanya madrasah diniyah, atau yang biasa disebut dengan ngaji sore.

Sedangkan di Kauman Gang 3, kondisi masyarakatnya cenderung heterogen. Ada percampuran antara masyarakat Muhammadiyah dan NU. (wi/fud)

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news