Rabu, 16 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Perawat Akui Gunakan Sabu Dua Kali

Transaksi Pertama Dilakukan Akhir Januari

06 Mei 2021, 14: 11: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

BEBER BUKTI : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pujo Rasmono menunjukkan barang bukti saat menanyai Prabowo Sasmito, 29, terdakwa kasus narkoba, yang mengikuti sidang dari Rutan Kelas II B Nganjuk, kemarin. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Menguasai ilmu kesehatan tak menjadi jaminan bisa terhindar dari jerat narkoba. Prabowo Sasmito, 29, yang bekerja sebagai perawat freelance pun harus jadi pesakitan karena tepergok transaksi sabu-sabu (SS) awal Februari lalu. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa kemarin, dia berdalih dua kali menggunakan serbuk kristal itu.

Prabowo yang didampingi Sutrisno, penasihat hukumnya, mengikuti sidang dari Rutan Kelas II B Nganjuk. Di depan majelis hakim yang diketuai Chitta Cahyaningtyas, pria asal Kertosono itu membeberkan kronologi penangkapannya. “Saya membeli sabu-sabu dua kali,” ujar Prabowo yang saat ditanya pekerjaannya mengakui terus terang sebagai perawat freelance itu.

Dia berdalih tidak menjual sabu-sabu. Melainkan hanya untuk digunakan sendiri. Pria yang kemarin memakai rompi oranye itu mengaku mendapatkan sabu dari Rudi Wahyu, kenalannya.

Baca juga: Kuota untuk Difabel Banyak yang Kosong

Keduanya ditangkap tim Satresnarkoba Polres Nganjuk pada 1 Februari lalu. Yakni, saat mereka melakukan transaksi di depan Alfamart Kertosono. Dari tangan Prabowo polisi mengamankan sabu seberat 0,24 gram yang disimpan di bungkus rokok.

Tak hanya menangkap Prabowo dan Wahyu yang kasusnya disidangkan terpisah, polisi juga mengamankan barang bukti sabu. Selanjutnya, korps baju cokelat juga mengamankan sepeda motor yang saat itu dikendarai Prabowo.

Untuk diketahui, selain barang bukti sabu seberat 0,24 gram yang diamankan 1 Februari lalu, sebelumnya Prabowo juga membeli sabu pada 29 Januari lalu. Saat itu, dia merogoh kocek Rp 250 ribu untuk mendapat 0,5 gram serbuk putih.  Akibat perbuatannya itu, Prabowo dijerat dengan pasal 121 ayat (1) jo pasal 132 UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, dalam sidang kemarin Sutrisno, penasihat hukum Prabowo juga sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada kliennya. “Kamu menyesal atau tidak (mengonsumsi sabu, Red)?” tanya Sutrisno.

Prabowo pun langsung mengaku menyesal. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Usai pernyataan pria asli Samarinda itu, Chitta langsung menutup sidang. Rencananya sidang akan digelar kembali pada Rabu (19/5) nanti dengan agenda tuntutan.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news