Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Ekspedisi Bentang Kendeng Timur

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (25)

Ada Fosil Kura-Kura Purba di Aliran Kali Mati

06 Mei 2021, 13: 35: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Fosil

KERAS: Salah satu koleksi fosil hewan purba yang ada di museum Anjuk Ladang Nganjuk adalah fragmen tempurung kura-kura raksasa. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Semakin banyak fosil binatang purba yang ditemukan di Nganjuk. Seperti fragmen kura-kura yang ada di Kali Mati, hutan Tritik, Rejoso. Kura-kura tersebut diduga merupakan jenis rawa.

Museum Anjuk Ladang tidak hanya memiliki fragmen fosil hewan purba yang hidup di darat. Seperti halnya kelompok bovidae, stegodon, rusa, hingga hewan karnivora lainnya. Di sana juga ditemukan hewan akuatik.

Hal itu terbukti dari temuan beberapa fragmen fosil kura-kura purba pada 2014 silam. Fragmen ditemukan oleh Susilo, salah seorang pegawai Perhutani Nganjuk. Ia mendapati fosil tersebut saat melakukan patroli hutan. “Saya tidak sengaja menemukannya (fosil kura-kura, Red),” kenang Susilo.

Baca juga: Kampung Kauman, Cerita dan Tradisi yang Bertahan hingga Sekarang (13)

Di sela-sela patrolinya tersebut, pria bertubuh kurus itu kebetulan melihat ada tumpukan bebatuan yang menarik pandangannya. Benda tersebut ada di sebuah aliran sungai tua yang sangat lama tidak lagi dialiri air.

Saat didekati dan dibersihkan, Susilo meyakini batu itu bukanlah bebatuan biasa. Melainkan sebuah fosil hewan purba. Hanya saja, ia belum mengetahui jenis hewan yang ditemukannya. Dia lantas memungutnya untuk koleksi di rumahnya.

Beberapa tahun lalu fosil tersebut diserahkan ke museum Anjuk Ladang. Fosil akhirnya telah diteliti dan teregistrasi secara sah. Total ada empat fragmen yang didaftarkan keabsahannya.

Adalah tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang melakukan penelitian. Fragmen fosil tersebut teregister pada tahun 2020 lalu. Hasil penelitian menyebut ada dua jenis kelompok kura-kura.

Pertama, kura-kura dengan kelompok testudinata. Fragmen fosil yang ditemukan tersebut merupakan bagian tempurung. “Kalau yang testudinata itutempurung bagian bawah,” terang Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi.

Kedua, kura-kura kelompok trionichidae. Fragmen yang ditemukan juga sama-sama tempurungnya. Hanya berbeda elemennya saja. “Kalau yang ini tempurung bagian atas,” tandas Amin.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, kura-kura merupakan salah satu hewan telah hidup sejak zaman dinosaurus. Umurnya pun tergolong panjang. Hanya saja, untuk temuan fragmen fosil kura-kura ini diperkirakan masih berumur ratusan ribu tahun.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news