Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
icon-featured
Features
Mereka Lurahnya Kesehatan Desa

Bidan Desa,di Tengah Kompleksitasnya Permasalahan Kesehatan Masyarakat

Mereka Lurahnya Kesehatan Desa

05 Mei 2021, 14: 28: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

SEHAT: Dotik Sukismi, bidan Desa Tretek, Kecamatan Pare memimpin pelaksanaan imunissi di Posyandu Tertek kemarin (4/5).

SEHAT: Dotik Sukismi, bidan Desa Tretek, Kecamatan Pare memimpin pelaksanaan imunissi di Posyandu Tertek kemarin (4/5). (Karen Wibi - radarkediri)

Share this          

Bidan desa tak melulu mengurusi kesehatan ibu dan anak. Tugas mereka masih ditambahi dengan program kesehatan lain. Layak bila mereka dijuluki lurahnya kesehatan di desa.

=======================

Sejatinya, tugas pokok bidan desa-dan juga bidan-bidan lain-adalah yang terkait dengan persoalan ibu dan anak. Tugas itu dikemas dalam satu tujuan besar, menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Termasuk di dalam tugas itu juga mencegah terjadinya stunting atau bayi yang kurang gizi.

Namun, pada kenyataannya, tugas seorang bidan desa tak terbatas pada hal itu. Tugas mereka sama dengan tugas yang diembankan pada puskesmas. Semua program puskesmas adalah menjadi tugas mereka.

“Biasanya setiap satu program puskesmas hanya punya satu petugas. Padahal jumlah desa yang dicakupnya banyak. Karena itu akhirnya menjadi tugas para bidan desa,” terang Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kediri Siti Maesaroh.

Siti mencontohkan, puskesmas memiliki program perbaikan gizi masyarakat. Maka bidan desa juga bertanggung jawab terhadap program tersebut di desa tempatnya bertugas. Tiga fungsi sekaligus yang mereka jalankan. Yaitu fungsi promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Situasi seperti itu sudah terjadi sejak dulu.

Hal itulah yang membuat bidan desa sangat banyak. Untuk memperlancarnya, mereka akan dibantu oleh beberapa kader kesehatan. Kader tersebut dipilih langsung oleh bidan desa. Jumlahnya tergantung banyaknya wilayah rukun tetangga (RT) yang ada.

Keberadaan kader kesehatan ini sangat membantu tugas bidan desa. Terutama dalam hal tracing.       Yang biasanya digunakan untuk jumlah wanita hamil yang berada di tiap desa. “Kalau manual akan memakan waktu. Maka bidan desa membutuhkan kader terutama yang mengetahui soal IT,” terangnya.

Dalam standar IBI,  dan juga program pemerintah, satu desa harus memiliki satu bidan desa. Pola perekrutannya dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan. Sedangkan IBI hanya sebagai wadah pembinaan.

Rata-rata, para bidan desa itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Meskipun ada beberapa bidan desa yang bukan PNS. Namun, biasanya yang bukan PNS itu hanya bidan desa sementara.

Siti mencontohkan, bidan desa yang berada di Desa Ngasem saat ini dipegang oleh bidan desa sementara. Karena bidan desa tersebut pensiun namun dinkes belum melakukan perekrutan. “Jadi nanti bidan desa sementara itu dipilih oleh kepala puskesmas,” tambahnya. (wib/fud)

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news