Rabu, 16 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Polisi Kurang Cukup Bukti

Pembesuk Bawa Sampo Isi Sabu Dipulangkan

05 Mei 2021, 13: 49: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Pembesuk Bawa Sampo Isi Sabu Dipulangkan

(ilustrasi)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri  – Satresnarkoba Polres Kediri Kota akhirnya memulangkan Budi Purnomo, pembesuk yang membawa botol sampo diisi sabu-sabu (SS) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri (3/5). Warga Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo ini tidak ditahan karena kurang cukup bukti.

          Di antaranya, menurut Kasatresnarkoba Polresta AKP Subijanto, tidak ada bukti percakapan elektronik di gawai yang menunjukkan indikasi penyelundupan narkotika golongan I itu. “Dia mengaku tidak mengetahui dalam makanan tersebut ada botol sampo yang dilarang petugas lapas,” ujarnya.

Selain itu, Budi hanya menerima titipan orang untuk mengantarnya pada Aditya Setiawan, narapidana (napi) kasus narkotika. Hingga kemarin, pihak yang menitipkan itu kini masih dicari polisi. “Jadi Budi ini hanya mengantar, tiba-tiba ada yang menitipkan makanan tersebut di rumahnya,” terang Subijanto.

Baca juga: SDIT Bina Insani dan Komite Sekolah Gelar Baksos di Kelurahan Lirboyo 

Meski sudah dipulangkan, Budi tetap dikenakan wajib lapor. Sementara saat diinterogasi, Aditya mengaku, tidak pernah menyuruh orang untuk mengantar makanan. “Ngakunya seperti itu, makanya kami masih dalami kasus ini. Belum ada bukti kuat siapa saja yang terlibat meski makanan ditujukan pada warga binaan. Kami tak bisa langsung mengira tanpa bukti,” papar Subijanto.

Seperti diketahui, selama 2021 sudah tujuh kasus percobaan penyelundupan narkoba terjadi di lapas. Kebanyakan modusnya dilempar dari luar. Sampai kemarin, tujuh kasus itu belum terungkap pelakunya.

Subijanto mengakui, pihaknya terkendala minimnya barang bukti dan petunjuk. Padahal area pelemparan berhadapan dengan rumah penduduk sekitar lapas. “Meski di belakang lapas ada rumah warga, jalanan di situ sepi,” urainya. Petugas tidak bisa memantau 24 jam. Sehingga perlu koordinasi dengan keamanan lapas.

Subijanto menilai, pihak lapas sudah bekerja maksimal. Di awal 2021 mereka sudah menggagalkan tujuh kasus. Pada 2020 ada tiga kasus digagalkan. Terkait sidak, kasatresnarkoba mengatakan, hal itu wewenang internal lapas. Polisi hanya berwenang pembuktian dalam kasus narkoba. “Kami hanya membuktikan saja dari barang bukti yang ada dan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news