Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Lapas Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Botol Sampo Berisi Sabu

04 Mei 2021, 13: 37: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Botol Sampo Berisi Sabu

(ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Berada di lembaga pemasyarakatan (lapas) ternyata tak membuat pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) ini kapok. Terbukti, upaya menyelundupkan barang terlarang itu masih saja terjadi. Seperti kemarin, seorang pembesuk berusaha menyelundupkan sabu-sabu untuk narapidana. Sabu-sabu itu dimasukkan dalam botol sampo.

Beruntung petugas lapas bisa mencegahnya. Sabu-sabu seberat 3,73 gram itu terdeteksi melalui pemeriksaan x-ray yang dilakukan pada barang bawaan pembesuk.

Upaya penyelundupan sabu-sabu itu dilakukan oleh Budi Purnomo, warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Lelaki itu datang sekitar pukul 13.20 WIB dan menitipkan makanan dan peralatan mandi untuk salah seorang napi.

Baca juga: PH Yuyun Tanggapi Replik dari JPU

“Makanan itu ditujukan kepada penghuni atas nama Aditya Setyawan, yang merupakan narapidana narkotika,” terang Kepala Keamanan Lapas Kelas IIA Kediri Sastra Irawan kemarin petang (3/5).

Saat memeriksa secara manual, petugas lapas mendapati botol sampo merek Rejoice berwarna hijau. Petugas sudah mulai curiga, karena pengiriman barang-barang, termasuk makanan, dalam kemasan tertutup seperti itu dilarang.

Petugas kemudian melakukan pengecekan lanjutan. Yaitu dengan melakukan pemeriksaan sinar-X.

“Setelah dilakukan pengecekan ternyata didapati benda asing dalam botol sampo,” lanjutnya.

Botol sampo itupun segera dibongkar. Di dalamnya ada benda yang dibalut dalam isolasi warna hitam. Setelah isolasi itu dibuka ternyata isinya lima plastik klip. Di dalam masing-masing plastik klip itu terdapat kristal putih yang merupakan narkotika jenis sabu-sabu. Masing-masin beratnya 0,66 gram, 0,76 gram, 0,65 gram, 0,85 gram, dan 0,82 gram. Total, sabu-sabu itu seberat 3,73 gram,” terangnya.

Petugas lapas langsung mengamankan benda itu berikut sang pembawanya. Mereka kemudian melaporkannya kepada satuan reserse narkoba Polres Kediri Kota.

“Pembesuk dan barang bukti berupa botol sampo dan sabu-sabunya sudah kami limpahkan ke satreskoba Polres Kediri Kota,” jelas Sastra.

Sementara itu, menanggapi penyelundupan yang kembali terjadi di lapas, Kasatresnarkoba Polres Kediri Kota AKP Subijanto mengatakan hingga saat ini masih terus berupaya melakukan penyidikan. “Ini merupakan PR kami bersama. Yang jelas akan kami upayakan sebaik mungkin untuk memberantas siapapun yang melakukan penyelundupan di Lapas,” ucapnya.

Dia mengakui pada 2021 ini intensitas penyelundupan narkoba ke lapas tergolong tinggi. Menurutnya, hal ini menegaskanbahwa perang terhadap narkoba harus terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kami perlu mempertajam informasi intelijen untuk memangkas penyelundupan dan peredarannya di masyarakat. Di hilir, pola penghukuman bagi mereka yang terlibat harus benar-benar menimbulkan efek jera yang maksimal supaya penyelundupan ini tidak marak lagi,” terangnya. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news