Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelajar Pencuri Motor Divonis Pelatihan Empat Bulan

Terdakwa Ikuti Sidang dari Rumah Aman

04 Mei 2021, 12: 55: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

LEBIH RINGAN : Hakim Triu Artanti membacakan putusan kasus pencurian motor di depan orang tua MM, 16, terdakwa, kemarin. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–MM, 16 tidak bisa lepas dari jerat hukum. Pelajar yang terbukti melakukan pencurian motor itu diganjar hukuman pelatihan selama empat bulan. Vonis untuk pemuda asal Kecamatan Prambon itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam pembacaan tuntutan yang juga berlangsung kemrin, JPU Kristina Setyowati menuntut MM dihukum pelatihan selama enam bulan. Tetapi, dalam pembacaan putusan yang berlangsung setelahnya, hakim tunggal Triu Artanti memvonis empat bulan pelatihan. Lebih ringan dua bulan dari tuntutan JPU.

“Perbuatan terdakwa terbukti secara sah telah melanggar pasal 363 ayat (1) ke 3 sesuai dengan dakwaan tunggal jaksa penuntut umum,” ujar Triu. Vonis tersebut menurut Triu diberikan karena perbuatan pelajar SMK itu meresahkan.

Baca juga: Pekan Ini Latihan Terakhir

Yang jadi pertimbangan meringankan, MM belum pernah dihukum. Dalam sidang kemarin, orang tua terdakwa juga menyatakan masih mampu mendidiknya.

Untuk diketahui, sidang yang berlangsung di PN Nganjuk kemarin tidak dihadiri MM secara langsung. Melainkan, kedua orang tuanya yang dihadirkan di persidangan. Adapun MM mengikuti sidang secara virtual dari Rumah Aman.

Setelah selesai membacakan putusan, Triu langsung memberi kesempatan MM untuk memberikan tanggapan atas putusan kasusnya. “Bagaimana terdakwa dengan putusan yang dibacakan, terima, pikir-pikir atau mengajukan banding ?” tanya Triu.

Menjawab pertanyaan tersebut, MM langsung menyatakan menerima putusan. Hal yang sama diungkapkan JPU Kristina. Dia menyatakan bisa menerima putusan Hakim Tunggal Triu Artanti.

Seperti diberitakan, MM nekat mencuri motor milik Fatchan Tsani Mubarok, 18, di Desa Gondanglegi, Prambon. Motor yang tengah direparasi di bengkel milik M. Awaludin, 30, di desa yang sama, dibawa kabur oleh MM.

Keterlibatan MM dalam pencurian itu diketahui setelah Fatchan dan Awaludin menggali informasi. Dari beberapa orang yang ditanyai, mengerucut kepada MM. Benar saja, saat dicek ke rumahnya, motor Honda Tiger bernopol AG 6615 XX milik Fatchan memang ada di sana.

Mendapati barang bukti tersebut, Fatchan dan Awaludin langsung melapor ke Polsek Prambon. MM pun langsung diamankan untuk diproses lebih lanjut. Dengan vonis yang dijatuhkan kemarin, MM harus mengikuti pelatihan di dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos PPPA) selama empat bulan ke depan.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news