Senin, 17 May 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Ekspedisi Bentang Kendeng Timur

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (23)

Fosil yang Diduga Hewan Purba Pemakan Daging

04 Mei 2021, 12: 46: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Fosil

BELUM TERIDENTIFIKASI: Salah satu fragmen fosil hewan purba koleksi museum Anjuk Ladang Nganjuk yang ditemukan di hutan Tritik, Rejoso. Diduga kuat, fosil tersebut tulang hewan karnivora. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Salah satu fragmen fosil hewan purba di museum Anjuk Ladang Nganjuk diyakini sebagai seekor predator. Meski demikian, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Kawasan hutan Rejoso diyakini memiliki ekosistem yang lengkap pada masa prasejarah. Mulai dari vegetasi tanaman atau tumbuhan hingga populasi hewan purba. Hal tersebut terbukti dari banyaknya fosil hewan prasejarah yang ditemukan di kawasan ini.

Ekosistem ini diyakini cukup lengkap secara rantai makanan. Mulai dari tumbuhan, omnivora, hingga karnivora. Bukti fosil tersebut juga dapat disaksikan langsung di museum Anjuk Ladang Nganjuk. Seperti halnya fosil bovidae, rusa, dan stegodon.

Baca juga: Disnakerkop UM Sosialisasi kepada Puluhan Pengusaha

Bahkan, salah satu temuan fragmen koleksi museum tersebut juga menunjukkan adanya indikasi fosil seekor hewan buas. Fosil itu terdiri dari fragmen rahang dan tulang belakang. Sayangnya, untuk memastikan hal tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut dari tim ahli prasejarah.

Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi mengatakan, hingga saat ini fosil ini belum teridentifikasi dengan baik. “Masih ada keraguan pada beberapa jenis hewan,” ujarnya kepada koran ini.

Pihaknya pun telah menjalin komunikasi dengan peneliti dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Menurutnya, tim ahli telah bersedia melakukan serangkaian penelitian dan identifikasi. Rencananya, penelitian tersebut akan dilakukan tahun depan.

Meski demikian, Amin menegaskan, fragmen fosil tersebut diduga kuat merupakan jenis hewan karnivora atau pemakan daging. Hal itu terlihat dari struktur gigi dan rahangnya. “Ada beberapa perkiraan. Antara lain singa, macan, atau serigala,” tuturnya.

Lebih lanjut Amin memyebutkan, fosil itu ditemukan di kawasan hutan Desa Tritik, Rejoso pada 2018 silam. Kala itu, pihaknya sedang melakukan kegiatan telisik hutan usai kebakaran di sana.

Namun, dalam perjalanannya mereka justru menemukan fosil tersebut. Fragmen fosil ini lantas dikumpulkan untuk dibawa ke museum dan diteliti di kemudian hari. Amin menegaskan jika  fragmen tersebut ditemukan dalam satu rangkaian yang sama. “Kami temukan di radius tiga meter. Kami kumpulkan dan diperkirakan fosil ini masih satu tubuh (hewan purba),” pungkasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news