Kamis, 13 May 2021
radarkediri
icon-featured
Features
Melongok Nasib Perguruan Taman Siswa

Taman Muda Itu Tutup setelah Ada Sekolah Dasar Inpres

04 Mei 2021, 12: 23: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

JEJAK PENDIRI: Supomo berdiri di dekat papan bertuliskan Ki Hajar Dewantara, pendiri Perguruan Taman Siswa.

JEJAK PENDIRI: Supomo berdiri di dekat papan bertuliskan Ki Hajar Dewantara, pendiri Perguruan Taman Siswa. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Dulu, siswanya berasal dari luar daerah. Kelas yang dimiliki hingga belasan. Tapi kini, hanya ada Taman Karya yang masih tersisa. Itupun, jumlah muridnya tak seberapa.

===========================

===========================

Kompleks Taman Siswa (Tamsis) di Kota Kediri berada di tengah kota. Lokasi berada di pinggir Jalan Pemuda, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. Arsitektur bangunannya khas peninggalan Belanda. Terutama dari jendelanya yang terbuat dari kayu yang memiliki ukuran besar.

Ketua Yayasan Taman Siswa Kediri Supomo mempertegas, kantor yang ditempati sekarang memang bekas bangunan Belanda. “Tahunnya saya tidak tahu,” ucap lelaki yang mengabdi di Taman Siswa ini sejak 1985 ini. Tidak ada jejak catatan terkait bangunan apa yang dipakai termasuk sejarah berdirinya Taman Siswa di Kediri.

Yang ia ketahui, Taman Siswa Kediri lahir setelah sepuluh tahun berdirinya Taman Siswa di Jogjakarta pada 1922. Dia memperkirakan, Tamsis di Kota Kediri ini lahir bersamaan dengan kota-kota lainnya di luar Jogja.

Pernyataan Supomo itu sesuai dengan pemberitaan dari koran Soerabaijasch Handelsblad 1937. Di tahun itu, nama taman siswa kerap dimuat di koran. Bahkan, sekolah ini membuka kelas untuk para pengangguran yang diampu R. Poespowardojo –Koran Soerabaijasch Handelsblad-.

“Dari cerita juga, dulu Ki Hajar pernah ke sini (Tamsis Kediri, red),” ucap Supomo. Bapak tiga anak ini mendapat cerita dari seniornya, jika dulu lokasi sekolah Taman Siswa ini berpindah-pindah.

Hal ini juga tercermin dalam pemberitaan Soerabaijasch Handelsblad 1937, Taman Siswa Kediri kerap disambung dengan balai pertemuan dan balai persatuan. Karena itu, ada indikasi bahwa nama itu menyesuaikan tempat yang didiami Tamsis Kediri. Supomo dapat cerita tempat Taman Siswa dulu berada di kawasan Kelenteng dan Satlantas Polres Kediri Kota. Sayangnya, lelaki asal Bantul, Jogjakarta itu tidak mengetahui secara pasti tahun berapa peralihan tersebut.

Sejak mengabdi di Tamsis Kediri sebagai pamong (sebutan untuk guru), tingkatan di lembaga sekolah ini sudah sangat lengkap. Mulai dari Taman Indria (TK), Taman Muda (SD), Taman Dewasa (SMP), dan Taman Madya (SMA). “Dulu kita punya Taman Guru atau disebut SPG (sekolah pendidikan furu, Red). Awal-awal belum ada Taman Karya (SMK, Red),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Waktu jadi pamong pada 1985, murid yang belajar ke Taman Siswa terbilang ramai. Bahkan untuk Taman Madya, bisa buka belasan kelas. Saat itu, pilihan sekolah masih minim. Warga dari luar daerah bahkan berbondong-bondong datang ke Kediri untuk belajar ke Tamsis. Diakui Supomo, di sekitar sekolah ada banyak kos-kosan. Dan kini, semua kos-kosan sudah habis.

Seiring berjalan waktu, tidak semua tingkatan masih bertahan. Misalnya, Taman Muda (SD) yang dulu bisa sampai lima kelas sekarang sudah tidak lagi beroperasi. “Untuk Taman Muda mulai tergerus saat muncul SD Inpres,” katanya. Warga saat itu lebih memilih bersekolah di SD Inpres sebagai program pemerintah.

Bukan saja SD, tingkatan untuk Taman Madya (SMA) yang semula ada 16 kelas berangsur surut setelah pemerintah membangun sekolah serupa di tingkat kecamatan. Sekolah Tamsis tidak lagi menjadi pilihan. Sebelum SMA ditutup, pascareformasi Tamsis Kediri membuka Taman Karya (SMK). Saat itu, siswanya cukup ramai karena perdana yang membuka jurusan otomotif.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news