Senin, 17 May 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (22)

Fosil yang Diduga Rahang Kera Purba Raksasa

03 Mei 2021, 14: 49: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Fosil

JADI TANDA TANYA: Sebuah fosil yang diduga merupakan kera purba ditemukan oleh Susilo, pegawai Perhutani KPH Nganjuk pada 2013 lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Sebuah fosil hewan purba ditemukan oleh Susilo, salah seorang pegawai Perhutani Nganjuk. Fosil yang diduga bagian rahang dari kera purba raksasa sempat disimpan di rumahnya sebelum hilang.

Susilo menjadi salah satu sosok orang yang banyak menemukan fosil hewan purba di kawasan bentang Kendeng timur. Mulai dari fragmen fosil hewan laut, bovidae, hingga stegodon. Bahkan, ada salah satu temuan fosil hewan purba yang membuat banyak pihak bertanya-tanya.

Yakni, fosil yang diduga kuat merupakan fragmen dari bagian rahang hewan purba. Hal itu diketahui dari struktur gigi pada fosil tersebut. Meski bentuknya sudah tidak begitu utuh atau jelas, dari perbandingan foto muncul dugaan yang mengarah ke salah satu hewan purba.

Baca juga: Mbah Pani, Nenek yang Tinggal di Rumah Tidak Layak

“Kalau saya cocokkan dengan temuan dari Sangiran, fosil temuan saya ini mirip dengan fragmen kera besar koleksi di sana,” ujar Susilo kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Fosil yang diduga rahang kera purba itu ditemukan di petak 47 RPH Turi, BKPH Tritik. Adalah patroli hutan pada 2013 silam yang membuatnya menemukan jejak kera purba di Tritik. Merasa penasaran, Susilo lantas membawanya pulang.

Pertama kali menemukan, dia belum mengetahui jenis fosil tersebut. Susilo lantas menyimpan fosil itu di rumahnya. Sayangnya, pada 2016 silam fosil itu tidak diketahui lagi keberadaannya. “Kemungkinan besar masih di rumah saya. Tidak saya jual atau apa-apakan juga. Tapi saya cari tidak ketemu,” akunya.

Meski demikian, Susilo telah mengabadikan temuan fosilnya. Dia juga menunjukkan foto itu kepada beberapa ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Dari keterangan mereka Susilo semakin yakin jika fosil tersebut fragmen kera purba raksasa.

“Belum sempat diteliti secara pasti karena sudah terlanjur ketlisut fosilnya. Tapi bentuk rahangnya sama,” tegas pria yang tinggal di Kelurahan Ganungkidul, Kota Nganjuk tersebut.

Apabila benar fosil tersebut merupakan kera purba raksasa, temuan ini akan menjadi sangat spesial. Pasalnya tidak banyak temuan tentang hewan purba yang digadang-gadang sebagai leluhur manusia menurut teori Darwin tersebut.

“Tetapi masih perlu dibuktikan dulu,” tegas Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi.

Kendati demikian, ketika ditanya tentang kehidupan kera purba raksasa ini, Amin menyebut fosil serupa pernah ditemukan di Semedo, Kabupaten Slawi. Temuannya juga bagian rahang atau geraham. Tiga buah pecahan rahang bawah bagian corpus mandibular. Ditambah dengan beberapa gigi gerahamnya yang berukuran besar. “Lebih besar dibandingkan ukuran rahang orang utan,” tutur ayah tiga anak tersebut.

Analisis morfologis dan metrik yang lebih mendalam dari temuan tersebut menunjukkan identitasnya sebagai sisa-sisa Gigantopithecus Blacki. Penemuan tiga fosil Gigantopithecus di Situs Semedo merupakan data yang sama sekali baru bagi persebaran spesies ini.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news