Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Gerojok Dana Puluhan Miliar untuk Perbaikan Enam Puskesmas

Rintis Layanan Rawat Inap di Daerah Pinggiran

03 Mei 2021, 12: 38: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Layanan

BUTUH PERBAIKAN: Salah satu ruangan di Puskesmas Nganjuk yang rusak disangga dengan kayu. Tahun ini, puskesmas di Kelurahan Begadung itu direncanakan akan direhab. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Pemkab Nganjuk berencana memoles enam puskesmas di Kota Angin. Bukan sekadar memperbaiki bangunannya, melainkan juga membuat puskesmas yang mayoritas di daerah pinggiran ini bisa membuka layanan rawat inap.

Sedikitnya dibutuhkan dana Rp 33,7 miliar untuk membangun enam puskesmas di Nganjuk. Mulai Puskesmas Nganjuk, Puskesmas Ngetos, Puskesmas Lengkong, Puskesmas Gondang. Kemudian, Puskesmas Pace, dan Puskesmas Jatikalen. “Sekarang (pembangunan puskesmas, Red) masih dalam tahap perencanaan,” ujar Plt Kepala Dinkes Nganjuk dr Hendriyanto melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Sri Rejeki.

Meski waktu efektif yang tersisa tinggal delapan bulan lagi, Sri optimistis pembangunan sarana kesehatan yang jadi ujung tombak masyarakat di desa itu bisa selesai. Dinkes, lanjut perempuan berjilbab itu, masih menunggu anggaran masuk di perubahan penjabaran.

Baca juga: Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (21)

Perbaikan

Perbaikan Puskesmas di Nganjuk (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Dari mana dana puluhan miliar untuk membangun puskesmas tersebut? Sri menyebut beberapa sumber. Misalnya, untuk pembangunan Puskesmas Nganjuk dan Puskesmas Ngetos diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK). Nilainya, masing-masing Rp 2,7 miliar dan Rp 2 miliar.

Kemudian, Puskesmas Pace dan Puskesmas Jatikalen dibangun dengan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Total pembangunan dua puskesmas itu menelan anggaran Rp 15 miliar.

Selanjutnya, pembangunan Puskesmas Lengkong dan Puskesmas Gondang akan diambilkan dari hasil refocusing Covid-19. Yakni, sebesar Rp 14 miliar untuk dua puskesmas tersebut. “Jadi total anggaran yang dibutuhkan Rp 33,7 miliar,” terang Sri.

Di tahap perencanaan sekarang, menurut Sri tim dinkes sudah melakukan survei lapangan. Mulai mengecek lokasi pembangunan puskesmas. Hingga, menyiapkan desain bangunan.

Terpisah, Bupati Novi Rahman Hidhayat menegaskan, pembangunan enam puskesmas itu jadi prioritas. Menurutnya, dalam pembangunan kali ini dinkes tidak hanya dituntut untuk memperbaiki bentuk gedung puskesmas saja. “Tetapi, dalam bangunan baru nanti, puskesmas yang mayoritas di pinggiran itu harus bisa melayani rawat inap,” tandasnya.

Suami Yuni Sophia ini menegaskan, operasional layanan rawat inap di sana sangat penting. Sebab, puskesmas di perbatasan itu selama ini jadi tumpuan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kalau puskesmas bisa layani rawat inap, nanti tidak ada penumpukan pasien di RSUD,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news