Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Seretnya Pencairan BLT Dana Desa di Kabupaten Nganjuk

03 Mei 2021, 12: 30: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

DD

BUTUH BANTUAN: Perangkat Desa Jatirejo, Loceret membantu salah satu lansia penerima DD membubuhkan cap jari saat akan menerima BLT DD di balai desa kemarin. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Puluhan ribu kepala keluarga (KK) warga di Kabupaten Nganjuk direncanakan menerima bantuan langsung tunai  dana desa (BLT DD) selama 12 bulan penuh. Sayangnya, realisasi bantuan yang tiap bulannya senilai Rp 300 ribu itu seret.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, hingga April ini, penyaluran BLT DD di 264 desa di Kota Angin tidak seragam. Ada desa yang sudah mencairkan untuk triwulan pertama. Ada pula yang baru mencairkan untuk dua bulan pertama (alokasi Januari dan Februari).

Bahkan, ada 15 kepala keluarga (KK) warga di Desa Jatirejo, Loceret yang kemarin baru menerima BLT DD untuk alokasi Januari saja. Pencairan BLT DD di desa tersebut sekaligus menjadi yang paling lambat di Nganjuk. 

Baca juga: Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (20)

Pantauan koran ini kemarin, dari 15 KK penerima, hanya 14 orang yang hadir di balai desa. Adapun satu orang yang tengah berada di luar kota tidak bisa mengambil bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Camat Loceret Bambang Subagio yang dikonfirmasi tentang keterlambatan pencairan BLT DD di wilayahnya mengungkapkan, berkas pencairan BLT DD di Desa Jatirejo sudah ditandatangani Kamis (29/4) lalu.

Keterlambatan pencairan BLT DD di Desa Jatirejo menurut Bambang karena penyelesaian APBDes 2021 yang terhambat. “RAPBDes belum disetujui desa dan kecamatan karena ada item yang tidak bisa dianggarkan,” ujarnya.

Kendala pada penyusunan APBDes ini otomatis berdampak pada keterlambatan pencairan BLT DD. Sebab, BLT DD belum bisa cair jika APBDes belum selesai.

Bambang menjelaskan, BLT DD tahun ini diberikan kepada warga yang tahun lalu belum menerima bantuan terdampak Covid-19. Baik dari anggaran APBD, Pemprov Jatim, maupun dari APBN.

Sementara itu, meski menjadi desa yang paling akhir mencairkan DD, belasan lansia yang berkumpul di Balai Desa Jatirejo menyambutnya dengan gembira. Salah satunya Suminah, 55. Dia mengaku belum pernah sekalipun mendapat bantuan. “Baru tahu ini tadi. Tiba-tiba diminta ke balai desa jam 15.00,” urainya semringah.

Untuk diketahui, BLT DD sudah dikucurkan sejak tahun lalu. Sedikitnya ada 21.186 KK warga di Kabupaten Nganjuk yang menerima bantuan. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 38,134 miliar. Tahun ini, jumlah penerima diprediksi lebih banyak dari tahun lalu. Sebab, banyak warga yang tidak tercover bantuan terdampak Covid-19, diarahkan untuk menerima BLT DD.

Pencairan BLT DD:

-BLT DD senilai Rp 300 ribu dicairkan 12 kali setahun

-Sebanyak 264 desa di Nganjuk melakukan pencairan yang tidak sama

-Hingga April ini ada desa yang sudah mencairkan untuk triwulan pertama

-Ada juga yang baru mencairkan dua bulan, hingga pencairan perdana untuk satu bulan

-Pencairan BLT tergantung kelengkapan administrasi desa dalam merealisasikan DD

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news