Rabu, 16 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Ekspedisi Bentang Kendeng Timur

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (20)

03 Mei 2021, 11: 40: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

BERNILAI TINGGI: Salah satu fosil rusa purba dipamerkan di museum Anjuk Ladang.

BERNILAI TINGGI: Salah satu fosil rusa purba dipamerkan di museum Anjuk Ladang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Banyaknya temuan fosil hewan purba menunjukkan ekosistem kawasan Nganjuk utara yang bagus. Tidak hanya masa sekarang ini, namun sejak zaman prasejarah.

Bentang Kendeng sudah terbukti sejak lama memiliki kekayaan kehidupan sejak masa prasejarah. Termasuk pula bentang Kendeng timur atau di Kecamatan Rejoso. Hingga saat ini,  kawasan hutan Rejoso diakui masih memiliki vegetasi yang relatif baik.

Dibandingkan dengan kawasan hutan di Nganjuk sisi selatan, ekosistem dan tumbuhan di sisi utara masih relatif terjaga. Hal itu pun diakui oleh pihak Perhutani Nganjuk.

Baca juga: Akan Salurkan Santunan kepada Keluarga Awak KRI Nanggala 402

Sejarah positif tersebut ternyata tidak berlangsung dalam waktu singkat. Melainkan telah berlangsung sejak ratusan ribu hingga jutaan tahun yang lalu. Terbukti dari begitu banyaknya fosil hewan purba yang ditemukan di kawasan tersebut.

Salah satu yang menguatkan hal itu adalah temuan fosil rusa purba di kawasan hutan Desa Tritik, Rejoso. Hewan pemakan tumbuh-tumbuhan itu dapat hidup di sana lantaran pasokan makanannya tinggi.

“Mulai dari hutan hingga savana ada di sana,” ujar Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi. Ekosistem itulah yang menjadi tumpuan kehidupan rusa purba. Artinya, hewan tersebut tidak akan hidup di sana apabila pasokan makanannya kurang bagus.

Keberadaan rusa purba dibuktikan dengan temuan beberapa fragmen fosil rusa purba. Antara lain bagian tulang dan tanduk. Berdasarkan hasil penelitian, fosil rusa purba tersebut memiliki taxon atau kelompok Axis. Jenis rusa purba ini sama dengan yang pernah menghuni Sangiran.

Rusa ini diyakini memiliki ukuran tubuh sedang. Dengan tinggi antara 89 – 97 sentimeter (cm). Kulit berwarna cokelat dengan totol-totol berwarna putih. Habitatnya adalah di hutan terbuka dengan rerumputan dan semak-semak, tetapi rusa memiliki wilayah yang luas hingga keluar dari wilayahnya. Makanan antara lain dedaunan dan buah-buahan.

“Karena pasokan makanan yang masih banyak tersebut, ukuran tubuh rusa purba diyakini lebih besar dari rusa yang kita ketahui sekarang ini,” pungkas ayah tiga anak tersebut.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news