Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Lagi, Lempar Sabu di Lapas

Nyangkut Kawat, Kamera Pengintai Rusak

30 April 2021, 13: 35: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Lagi, Lempar Sabu di Lapas

(ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Berkali-kali gagal, upaya penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) masih saja terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri. Terbaru, petugas menggagalkan penyelundupan 4,6 gram sabu-sabu. Modusnya klasik. Paket sabu-sabu itu dilemparkan dari luar tembok penjara.

Pelaku pelemparan, sepertinya, tergesa-gesa. Dia tidak sempurna saat melakukan lemparan. Hal itu bisa dilihat dari tersangkutnya dua bungkusan hitam tersebut di kawat berduri yang terpasang di bagian atas tembok penjara.

Bungkusan yang dilemparkan itu tak hanya berisi sabu-sabu. Juga ada dua tablet ekstasi. Menariknya, pil ekstasi ini berlogo palu arit dan berwarna kuning cerah.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun, Dua Remaja Terluka

Selain itu ada juga barang lain yang bukan narkoba. Termasuk pipet untuk mengonsumsi sabu-sabu. “Ada dua gawai, dua unit handfree, dan dua pipet kaca,” kata Kepala Satuan Pengamanan Lapas Sastra Irawan kemarin.

Pihak lapas kemudian melakukan koordinasi dengan polisi. Pihak satuan reserse narkoba (satresnarkoba) pun telah melakukan penyelidikan. Hanya, belum ada pelaku yang ditangkap terkait penyelundupan ini.

Aksi penyelundupan ini merupakan yang ketujuh pada tahun ini. Sebelum ini ada upaya menyelundupkan sabu-sabu melalui aliran air selokan. Kejadiannya pada Sabtu (27/3).  Saat itu siapa yang menjadi tujuan penyelundupan atau yang menyelundupkan juga belum tertangkap.

Enam kali penyelundupan narkoba sebelum ini terjadi dalam rentang waktu dua bulan, Februari dan Maret. Masing-masing terjadi tiga kali. Di Februari penyelundupan berlangsung tanggal 1, 12, dan 18. Sedangkan pada Maret terjadi pada tanggal 1, 3, dan 27.

Irawan mengakui, pihaknya  masih kesulitan mengungkap siapa pelaku penyelundupan. Apalagi mereka masih kekurangan jumlah kamera pengintai. Saat ini pihak lapas masih melakukan pengajuan penambahan kamera close circuit television (CCTV).

Sebenarnya, tempat pelemparan narkoba itu masih dalam jangkauan satu kamera pengawas. Yaitu yang berada di lantai 2 gedung hunian warga binaan. Sayang, kamera pengawas itu ternyata rusak.

“Kameranya rusak sekitar empat hari lalu,” aku Irawan.

Menurutnya, sarana kamera pengintai yang tersedia adalah jenis IP. Jenis ini terhubung dengan jaringan dan sensitive. Mudah terjadi kerusakan ataupun gangguan. “Mangkanya ini masih proses pengajuan perangkat kamera CCTV yang akan disebar di beberapa titik di lapas,” tutur pria asal Lampung tersebut.

Soal keterlibatan orang dalam lapas? Irawan tidak menampik kemungkinan tersebut. Menurutnya, memang tidak menutup kemungkinan penyelundupanddilakukan oleh oknum internal lapas. Namun, sebelum ada yang tertangkap maka hal itu belum bisa dipastikan.

Dia kemudian mencontohkan pada 2020 lalu. Saat pihak lapas berhasil mengungkap keterlibatan dua oknum internal dalam kasus penyelundupan barang.

“Kedua sudah ditindak tegas dengan dimutasi dan memindah tugaskan ke lapas lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Kediri Kota AKP Subijanto membenarkan soal penyelundupan narkoba di lapas itu. Namun,  hingga kemarin pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Masih proses penyelidikan,” akunya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news