Minggu, 16 May 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Catut Nama Warga sebagai Tukang Bangunan

Hadirkan 3 Saksi di Sidang Korupsi DD

30 April 2021, 12: 52: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

BERI KETERANGAN: Tiga warga Desa Sugihwaras, Prambon menjawab pertanyaan majelis hakim di PN Tipikor Surabaya kemarin secara bergiliran. (Dokumen Kejari Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Sidang kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Sugihwaras berlanjut kemarin. Dalam sidang di PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga saksi. Mereka adalah warga setempat yang namanya dicatut sebagai tukang meski tak ikut menggarap proyek.

JPU Andie Wicaksono menuturkan, tiga saksi sudah memberikan keterangan secara bergiliran di depan majelis hakim. “Ketiganya terlampir sebagai pekerja yang dibayar di sejumlah proyek. Kenyataannya tidak pernah kerja sama sekali,” ujar Andie.

Pencatutan nama tiga warga tersebut oleh terdakwa Rudi Setiawan, 45, dan Sutrisno, 63, tercatat dalam lembaran surat pertanggungjawaban (SPj) DD Sugihwaras.  Awalnya, ketiga saksi itu tidak tahu jika nama mereka dicatut.

Baca juga: Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (19)

Sebab, selama ini ketiganya memang tidak terlibat proyek DD di desa mereka. “Jadi tadi (kemarin, Red), di persidangan mengakui tidak pernah ada kesepakatan kerja, tidak merasa membangun juga,” lanjut pria yang juga menjabat kepala seksi (kasi) pidana khusus Kejari Nganjuk ini.

Sebelum jadi saksi di sidang kemarin, menurut Andie mereka juga dihadirkan di sidang dengan terdakwa mantan Kades Sugihwaras Heri “Kawul” Indiyanto, 52, tahun 2020 lalu. Keterangan mereka juga sama. Yakni, tidak ada sangkut pautnya dengan proyek DD.

Dalam sidang kemarin, Rudi dan Sutrisno yang mengikuti sidang dari Rutan Kelas II B Nganjuk mengakui pencatutan nama saksi. Nama mereka diambil untuk laporan fiktif proyek DD di beberapa titik.

Seperti diberitakan, Rudi dan Sutrisno didakwa membantu perbuatan korupsi DD Sugihwaras tahun 2017-2018 yang dilakukan oleh Heri “Kawul” Indiyanto. Keduanya membuat LPj palsu untuk membantu Heri melakukan tindak pidana korupsi.

Tak hanya mencatut nama warga di proyek DD, mereka juga membuat kuitansi pembelian material palsu dengan mencatut nama sejumlah toko di Nganjuk, Kediri, dan Jombang.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news