Kamis, 06 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Perketat Penjagaan di Wilangan dan Rejoso

Lakukan Pemeriksaan Acak

30 April 2021, 12: 48: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Mudik

TITIK PANTAUAN: Exit tol Begadung yang jadi pintu keluar masuk kendaraan dari luar Kota Angin akan jadi fokus pengawasan Polres Nganjuk selama larangan mudik 6-17 Mei nanti. Tim gabungan akan melakukan pemeriksaan acak rapid test antigen di sana. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Polres Nganjuk semakin mematangkan konsep pengawasan saat larangan mudik lebaran 6-17 Mei nanti. Dari sejumlah lokasi penyekatan di Kota Angin, penjagaan yang lebih ketat akan dilakukan di Wilangan dan Rejoso. Sebab, dua wilayah itu berbatasan dengan daerah lain yang tidak tergolong satu rayon. 

Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Prathama mengungkapkan, Wilangan jadi perhatian karena berbatasan dengan Madiun. Demikian pula Rejoso yang berbatasan dengan Bojonegoro. Mobilitas warga di dua lokasi tersebut akan jadi perhatian khusus tim gabungan. “Kami lakukan pengawasan maksimal di sana,” ujar perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Lebih jauh Harvi menjelaskan, selain dua lokasi tersebut, penyekatan juga dilakukan di exit tol Begadung. Demikian juga dengan Kertosono, Prambon, Pace, Jatikalen, dan beberapa kecamatan lainnya.

Baca juga: Keindahan Sucraft Ecoprint

Titik-titik tersebut menurut perwira asli Jakarta itu juga akan tetap dijaga. Hanya saja, tidak seketat Wilangan dan Rejoso. Sebab, daerah yang berbatasan dengan sejumlah wilayah itu tergolong satu rayon. Sehingga, mobilitas warga di sana memang diizinkan.

Untuk diketahui, rayon Nganjuk mulai dari Kediri dan Jombang. Warga Kota Angin diperbolehkan melakukan mobilitas ke dua daerah yang berada di dekat Nganjuk tersebut. Meski demikian, tim gabungan tetap akan melakukan pemeriksaan.

Warga dari luar daerah akan diminta menunjukkan kartu identitas dan surat keterangan kerja mereka. “Akan tetap kelihatan kok. Yang mudik dan yang bekerja sehari-hari,” jelasnya.

Bagaimana dengan warga Madiun dan Bojonegoro yang bekerja di Nganjuk? Harvi menyebut mekanisme yang sama. Mereka akan dimintai surat keterangan kerja dari perusahaan terkait. Pemeriksaan ketat ini menurutnya diterapkan untuk mencegah munculnya klaster korona baru selama hari raya Idul Fitri.

Seperti diberitakan, Bupati Novi Rahman Hidhayat telah meneken SE pada Senin (26/4) lalu. Surat tersebut mengatur teknis pengawasan selama larangan mudik Mei nanti. Tidak hanya itu, SE juga mengatur mobilitas warga hingga detail pemeriksaan. Di antaranya, melakukan rapid test antigen secara acak.

Terkait hal ini Harvi menyebut, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan secara acak di titik penyekatan. Untuk pelaksanaannya nanti, polres masih akan koordinasi dengan Dinkes Nganjuk.

Pemeriksaan, jelas Harvi, akan dilakukan bersama tim Dinkes Nganjuk. “Tidak semuanya dites. Hanya yang beruntung dan yang tidak memiliki surat jalan hasil rapid antigen dari daerah asal,” urainya.

Jika dalam pemeriksaan nanti tetap didapati ada pemudik yang nekat masuk Nganjuk, mereka akan diminta putar balik. Karenanya, Harvi meminta masyarakat untuk menunda rencana mudiknya.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news