Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Ekspedisi Bentang Kendeng Timur

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (19)

Gigi dan Tulang Badak Purba di Hutan Tritik

30 April 2021, 12: 45: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Purba

HEWAN PURBA: Petugas museum Anjuk Ladang menunjukkan fosil potongan lengan, kaki, dan gigi badak purba yang dipajang di sana. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Hutan Tritik, Rejoso tidak hanya kaya dengan peninggalan kebudayaan manusia purba yang dulu bermukim di sana. Melainkan juga kaya akan populasi dan kehidupan hewan era prasejarah.

Salah satunya adalah keberadaan badak purba. Fosil hewan taxon Rhinoceros tersebut ditemukan di kawasan hutan Tritik, Rejoso. Fosil ditemukan pada medio 2016 silam.

Fosil pertama kali ditemukan oleh Susilo, salah seorang pegawai Perhutani Nganjuk. Ia mengaku tidak sengaja menemukan fosil yang merekam sejarah Nganjuk itu. Bahkan, pada awalnya dia tak tahu fosil itu berasal dari hewan jenis apa. "Awalnya juga tidak tahu apa. Tapi setelah diteliti ternyata badak purba," ujar Susilo kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Baca juga: Sensasi Lembut Ogura Cake

Fosil yang ditemukan terdiri dari berbagai bagian tubuh hewan berukuran besar itu. Antara lain tulang bagian lengan dan kaki. Demikian pula bagian gigi dari badak purba tersebut.

Keabsahan temuan tersebut sesuai hasil penelitian tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS). Tim ahli mengonfirmasi jika temuan fosil itu merupakan taxon Rhinoceros.

"Saya yakin kalau itu fosil hewan purba. Tetapi belum tahu jenisnya saja," imbuh pria yang tinggal di Kelurahan Ganungkidul, Kota Nganjuk tersebut.

Hal senada juga disampaikan Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi. Menurutnya temuan di hutan Tritik itu memang merupakan badak purba. Kini, fosil tersebut telah disimpan dan dipajang di museum Anjuk Ladang Nganjuk.

Amin menerangkan, badak adalah lima spesies hewan dari famili Rhinocerotidae, Ordo Perissodactyla. Semuanya berasal dari benua Afrika dan Asia. "Untuk bentuk hampir sama dengan badak yang ada sekarang ini. Namun ukurannya lebih besar," tuturnya.

Ayah tiga anak itu menambahkan, badak purba bisa memiliki berat badan antara 800 sampai 2.000 kilogram. Sedangkan tingginya bisa mencapai 1,7-2 meter. "Untuk culanya juga sama satu," tandasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news