Kamis, 06 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Pembebasan Lahan Akses Jembatan

Pemkot Serahkan ke PG Meritjan

29 April 2021, 13: 00: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

PUTUS TOTAL: Bekas kayu yang menopang Jembatan Mrican yang putus tertumpuk di sisi selatan kemarin sore (28/4).

PUTUS TOTAL: Bekas kayu yang menopang Jembatan Mrican yang putus tertumpuk di sisi selatan kemarin sore (28/4). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Pembangunan jembatan mrican masih menjadi tanda tanya. Proyek jembatan yang menjadi alternatif mengurai kemacetan di jembatan Semampir dan jalur Kediri-Nganjuk ini belum jelas kelanjutannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Kediri Bagus Alit mengungkapkan, selama ini proses pembebasan dan pembangunan jembatan ini terhenti karena terdampak Covid-19. “Tahun lalu (2020, Red) provinsi (Pemprov Jawa Timur) sudah menyiapkan dananya. Namun gagal direalisasi karena ada refocusing (anggaran),”ucapnya kepada JP Radar Kediri kemarin.

Saat ini, Pemkot Kediri mendapat mandat untuk membebaskan akses lahan menuju ke jembatan peninggalan Belanda yang ambruk 2017 lalu. Sementara pembangunan fisik jembatan menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Timur.

Baca juga: Siswa SD yang Berjuang Melawan Kanker Tulang

Menurut pria yang juga Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ini menyebutkan, pembebasan lahan di wilayah Mrican, Kelurahan Mojoroto itu sudah diserahkan ke PG Meritjan. “Waktu itu saya masih definitif di BPKAD, yang mengikuti sejak awal Pak Edi Litbang (Edi Darmasto, kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan, Red),” kata Bagus.

Karena masih fokus pada penanganan korona, Ia belum mendapat laporan terkait perkembangan pembangunan jembatan ini. Sayangnya, Kepala Barenlitbang Pemkot Kediri Edi Darmasto tidak memberikan respons terkait dengan rencana pembangunan proyek jembatan Mrican tersebut.

Seperti yang diberitakan JP Radar Kediri sebelumnya, pada 2020 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menyediakan dana senilai Rp 70 miliar. Namun, karena anggaran dialihkan untuk penanganan korona maka puluhan miliar tersebut harus ditunda. Tahun ini pun, anggaran puluhan miliar belum muncul.

Sementara itu, anggota Komisi Ce Ayub Wahyu Hidayatullah meminta Pemkot Kediri untuk sigap menyelesaikan tanggungan proyek infratsruktur di Kota Kediri termasuk jembatan Mrican. Dia menegaskan agar eksekutif terus melakukan pengawalan untuk pembangunan jembatan sebagai akses yang mampu mengurai kemacetan ini.

“Jika memang nanti ini akan dibiayai provinsi maka dua daerah (Kabupaten dan Kota Kediri, Red) harus pula menyiapkan MoU termasuk dengan pihak PG Meritjan,” ujarnya. (rq/dea)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news