Selasa, 18 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Panas Terik hingga Mei

Sesekali Hujan, Agustus Bisa Jadi Puncak Kemarau

29 April 2021, 12: 55: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

BERAWAN: Awan tebal bergelayut di atas Jembatan Semampir pertengahan Maret. Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga minggu ketiga Mei.

BERAWAN: Awan tebal bergelayut di atas Jembatan Semampir pertengahan Maret. Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga minggu ketiga Mei. (Habibah Anisa Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Merasakan panas terik beberapa hari terakhir? Bersiap-siaplah, karena diprediksi kondisi panas ini masih berlangsung hingga minggu ketiga Mei.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Sawahan Nganjuk M. Chudori. Menurutnya, berdasarkan peta monitoring dan perkiraan curah hujan dasarian di wilayah Kediri dan sekitarnya, akhir bulan April hingga minggu ketiga Mei atau yang disebut dasarian III masuk kriteria hari tanpa hujan (HTH) atau kemarau.

“Tetapi masuk kriteria HTH pendek. Jadi masih ada potensi hujan,” terang Chudori. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya potensi hujan ringan hingga hujan petir.

Baca juga: Posko Dijaga Sepuluh Orang

Dijelaskannya, sesuai prakiraan cuaca, Pada dasarian I atau minggu pertama Mei masuk dalam kriteria sangat pendek atau sangat panas, sedangkan dasarian II Mei masuk kriteria menengah, artinya meski panas terik, akan tetapi tetap terjadi hujan. Sementara pada dasarian III atau minggu ketiga Mei kemungkinan masih terjadi hujan.

Sementara berdasarkan akumulasi curah hujan, tahun ini musim kemarau diprediksi dalam kondisi normal, minim terjadi kemarau ekstrem. Pasalnya, hingga Mei nanti, diperkirakan masih terjadi La Nina yang berarti masih akan muncul hujan besar yang memicu banjir.

Untuk pekan ini, diprediksi di Kediri dan sekitarnya malam hari cerah berawan, berawan, hujan ringan, dan hujan petir. Untuk dini hari cuaca cenderung berawan,  cerah berawan dan cerah. Kondisi itu terjadi dengan suhu berkisar 22 sampai 30 derajat celcius.

Sementara hujan petir diperkirakan akan berlangsung pada hari Minggu (2/5) dan pada Selasa malam (4/5). Suhu berkisar 24 hingga 30 derajat celcius. Prediksi puncak musim kemarau tahun ini pun terjadi sekitar Agustus sampai Oktober nanti. 

Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Kediri Saifudin Zuhri mengatakan, untuk bencana yang rentan terjadi saat musim kemarau di wilayah Kabupaten Kediri yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta ketersediaan air bersih. “Untuk Karhutla berada di lereng Gunung Wilis dan Gunung Kelud,” ujarnya saat ditemui koran ini.

Untuk bencana ketersediaan air bersih saat musim kemarau titik yang menjadi perhatian, yakni Kecamatan Puncu dan Semen. Dari kondisi tersebut, Udin menuturkan, pihaknya telah menyiapkan dua tangki air untuk menyuplai kebutuhan air bersih untuk minum.

Terkait prediksi hari tanpa hujan (HTH), Udin juga menuturkan, di wilayah Kabupaten Kediri masuk dalam intensitas pendek. “Satu sampai lima hari hujan masih terjadi, nanti memasuki menengah panjang kita akan mengaktifkan TSBD (Tim siaga bencana desa, Red),” terangnya. (c2/dea)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news