Jumat, 25 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Elang Putra Sasongko

Siswa SD yang Berjuang Melawan Kanker Tulang

Kalau Pulih,Ingin Main Bola dan Nonton Persik

29 April 2021, 12: 48: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

MENUNGGU: Hendri Sasongko menunggui anaknya, Elang, berbaring di kamarnya Sabtu (24/4).

MENUNGGU: Hendri Sasongko menunggui anaknya, Elang, berbaring di kamarnya Sabtu (24/4). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Elang hanya bisa berbaring. Di kasur spons dua lapis. Gawai dan dua adiknya sering menemaninya, bermain game free fire.

REKIAN, KOTA, JP Radar Kediri

Elang Putra Sasongko tinggal di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota. Bersama dengan orang tua dan kedua adiknya. Menempati kamar berukuran 4x6 meter di lantai dua Blok E. Dekat dengan tangga.

Baca juga: Sambal Paru Ende Bikin Puas

Sejak setahun terakhir, bocah yang bakal naik ke kelas 6 ini hanya bisa berbaring di kamar. Di atas kasur spons dua lapis. Tangannya selalu memegang gawai. Sementara, televisi tabung 14 inchi di kamarnya juga selalu menyala. Suara televisi itu lebih keras dibanding suara game yang ada di gawainya.

“Lagi main free fire,” ucap Elang sayu.

Bocah sebelas tahun yang hobi main bola kaki ini masih belum bisa berjalan seperti satu tahun lalu. Paha kiri hingga pinggulnya baru selesai dioperasi. Penggemar Ronaldo ini divonis menderita kanker tulang. Maret lalu, tim dokter dari Rumah Sakit DR Soetomo Surabaya berhasil mengangkat pembengkakan di bagian paha hingga selangkangannya yang diakibatkan kanker. Di kakinya itu ada jahitan lebih dari 30 sentimeter.

Luka bekas operasi itu yang menyebabkan dia harus dipapah jika ingin berjalan. Meskipun begitu, ia tidak patah semangat.  Elang tetap optimistis bisa sembuh. “Kalau sembuh mau main bola lagi,” aku Elang yang senang berposisi sebagai striker ini.

Selain ingin bermain bola lagi, Elang juga punya impian bila sembuh nanti. Yaitu bisa melihat langsung pertandingan Persik di Kota Kediri.

Kemauannya sembuh bocah ini memang sangat kuat. Elang tidak pernah menolak bila diajak kemoterapi. Padahal setiap orang yang melaksanakan kemoterapi itu akan mengalami perubahan fisik. Terutama pada rambutnya. Saat ini, rambutnya yang lebat sudah rontok dan nyaris gundul. 

Bukan itu saja, dampak kemoterapi ini biasanya menyebabkan orang sulit untuk makan. Nah, Elang tetap memaksa untuk makan meski kerap muntah. Menurut ibunya, Vista Hesti Anggraeni, 31, anak sulungnya agak berbeda dengan pasien kemoterapi lainnya.

“Saya lihat, dia (Elang, Red) masih mau makan. Pasien kemo lainnya banyak yang tidak mau makan setelah dikemo,” terang perempuan berambut lurus itu. Istri Hendri Sasongko ini memaparkan, Elang sampai saat ini terus belajar menggunakan tongkat kruk. Dia juga rutin mengonsumsi bawang lanang yang masih mentah. Keluarga meyakini, mengonsumsi bawang lanang itu bisa memulihkan orang yang kena kanker.

Semua usaha itu dilakukan karena Elang ingin sembuh. Ayahnya, Hendri Sasongko, 33, mengklaim, sebelum dioperasi, dokter sempat meminta persetujuan untuk mengamputasi kaki Elang. Karena tidak tega, pria yang baru terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ini meminta dokter memaksimalkan operasi.

“Saya harus menunggu lama, setelah kemo operasi baru bisa dilakukan,” kenangnya.

Waktu dioperasi, bengkak pada pinggul Elang bisa diangkat. Namun, setelah diperiksa ulang, masih ada sisa sel kanker yang harus dibersihkan lagi. Karena itu, nantinya akan dilakukan radiasi lagi setelah menjalani kemoterapi.

Sekarang, anak pertamanya itu masih tetap harus rutin kontrol. Dalam kondisi tidak bekerja, dia masih mengandalkan uang dari pesangon hasil kerja sebagai marketing di Pabrik Rokok Apache. Karena sekarang tidak bisa berjalan, Elang kini membutuhkan pampers untuk buang air besar.

Sementara itu, untuk pemulihan tulangnya, Elang wajib secara rutin mengonsumsi susu khusus. Beban ini harus ditanggung Hendri dan istrinya yang sementara waktu berhenti bekerja sebagai pelayan rumah makan di Kelurahan Semampir. Dia terpaksa tidak bekerja karena Elang ingin selalu ditunggu.

Sejauh ini, keluarga masih mengandalkan Kartu Jamkesmas dari Pemkot Kediri untuk biaya berobat ke RS DR Soetomo. Karena BPJS Kesehatan sudah tidak aktif, kartu jamkesmasnya harus terus diperbaharui. Dengan Jamkesmas itu Elang bisa berobat secara gratis.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news