Kamis, 06 May 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Di Kelurahan dan Desa, Awasi Kepulangan Warga

Posko Dijaga Sepuluh Orang

Sebelas Pekerja Migran Wajib Isolasi

29 April 2021, 12: 41: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Posko Dijaga Sepuluh Orang

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Meningkatnya kasus korona pada libur lebaran tahun lalu jadi evaluasi Pemkot Kediri. Tidak hanya menyiapkan 46 ruangan untuk menampung warga yang dikarantina, kini penjagaan posko Covid-19 di tiap kelurahan juga ditingkatkan. Saat ini, jadwal penjagaan di posko dilanjutkan sampai malam hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 dr Fauzan Adima menyebutkan, satu kelurahan akan dijaga sepuluh orang. Mereka akan bergantian hingga malam hari. Warga di lingkungan di kelurahan juga akan dilibatkan dalam penjagaan ini. “Semua warga perlu dilibatkan agar pengawasan lebih mudah,” ucapnya.

Upaya Pemkot Kediri memperketat PPKM mikro saat ini agar tidak mengulangi kejadian pada liburan tahun lalu. Untuk skala nasional, peningkatan kasus pada libur Idul Fitri mencapai 93 persen. Kemudian pada liburan tahun baru kenaikan nasional sebesar 78 persen. “Kita ingin angka itu turun selama libur lebaran ini,” beber dr Fauzan.

Baca juga: Ancam Beri Sanksi ASN yang Nekat Mudik

ANTISIPASI: Kades Kwadungan, Kecamatan Ngasem Abdul Khamid menunjukkan posko PPKM Mikro yang disiapkan untuk memantau warga yang nekat mudik dan pekerja migran Indonesia (PMI) kemarin.

ANTISIPASI: Kades Kwadungan, Kecamatan Ngasem Abdul Khamid menunjukkan posko PPKM Mikro yang disiapkan untuk memantau warga yang nekat mudik dan pekerja migran Indonesia (PMI) kemarin. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Selain memperketat PPKM mikro lewat disiplin protokol kesehatan, Pemkot juga sudah menggencarkan vaksinasi. April ini, sudah ada 40.671 vaksin yang terealisasi. Tidak hanya petugas kesehatan, pelayan publik, pedagang, lansia hingga menyasar olahragawan. Karena itu, vaksinasi terus dilakanakan di puskesmas masing-masing wilayah.

Hingga saat ini, kasus aktif yang dipantau di Kota Kediri masih ada lima orang. Semuanya dirawat di rumah sakit. Sedangkan penambahan kasus yang terkonfirmasi saat ini bertambah tiga orang dengan jumlah total 1.351 kasus. “Angka kematian di Kota Kediri masih tetap 142 orang,” ucapnya. Sehingga rata-rata kasus kematiannya kini menjadi 10,51 persen.

Meski penambahan kasus tidak pernah melebihi lima orang dalam sehari, dr Fauzan meminta warga di Kota Kediri tidak lengah. Kemarin, ada 31 orang yang terdata kontak erat baru. Dari jumlah tersebut kontak erat ada lima orang.

Sementara yang suspek ada tambahan dua orang dengan total ada sebanyak 197 kasus. Pasien terbanyak yang menjalani isolasi mandiri adalah suspek dengan jumlah 115 orang. Sedangkan kasus suspek yang menjalani perawatan di rumah sakit menjadi 27 orang.

Sementara itu, antisipasi kedatangan pemudik dari lokal hingga luar negeri menjadi kewaspadaan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri hingga ke tingkat desa. Jika ada warga yang diketahui datang dari luar daerah maka diharuskan menjalani karantina di Posko PPKM Mikro.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengatakan, nantinya jika memang ada warga Kediri yang tiba di kampung halaman tanpa bisa menunjukan hasil rapid harus menjalani karantina di posko PPKM Mikro di masing-masing desa. “Akan dikarantina selama 5 x 24 jam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin (28/4).

Sejauh ini, total posko PPKM Mikro telah berdiri di Kabupaten Kediri sebanyak 344 orang. Itu pun berada di 343 desa dan 1 kelurahan. Untuk kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri, Slamet menegaskan, memang mengalami penurunan. Seperti pada Selasa (27/4) hanya ada satu penambahan kasus baru. Meski demikian, kasus masih terbilang fluktuatif.

Untuk penurunan kasus Covid-19 tersebut, Slamet mengungkapkan, terjadi sejak awal pemberlakuan PPKM Mikro. Sebelumya ada sebanyak 269 rukun tetangga (RT) yang masuk zona kuning dan kini hanya tersisa 39. “Untuk tingkat Kabupaten kita masih dalam zona oranye,” ungkap pria ramah itu.

Keberadaan Posko PPKM Mikro dibenarkan Kepala Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem Abdul Kamid untuk antisipasi adanya pendatang di wilayahnya saat jelang puncak hari raya. Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan pemantauan di setiap RT. Itu berlaku bagi pemudik lokal maupun pekerja migran Indonesia (PMI). “Bagi yang baru datang ada pengecekan dokumen, termasuk hasil rapid,” terangnya.

Untuk kesiapan tempat karantina bagi pendatang nantinya, Kamid menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan gedung yang bisa menampung sekitar 20 orang. Meski demikian, dia mengimbau warganya untuk tidak mudik tahun ini. (rq/c2/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news