Senin, 14 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Seminggu Penumpang Menyusut Ribuan Orang

29 April 2021, 12: 08: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

Terminal

SEPI: Salah satu bus antarkota antarprovinsi (AKAP) menunggu penumpang di terminal Anjuk Ladang. Jelang penerapan larangan mudik, armada masih beroperasi normal. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Larangan mudik yang diterapkan sejak Kamis (22/4) lalu membuat jumlah penumpang bus di terminal Anjuk Ladang menyusut. Jumlah penumpang diprediksi akan terus berkurang hingga H-7 dan H+7 lebaran nanti.

Kepala Terminal Anjuk Ladang Eko Irianto melalui Kasatgas Regu B Sudarmanto mengungkapkan, enam hari sebelum diterapkan larangan mudik, jumlah penumpang yang naik bus di terminal Anjuk Ladang sebanyak 31.106 orang. Adapun penumpang yang turun dari bus di terminal mencapai 5.719 orang

Tetapi, setelah larangan mudik diterapkan, jumlah penumpang yang naik bus di terminal Anjuk Ladang hanya 24.487 orang atau menyusut sekitar 6.600 orang. Pengurangan juga terjadi untuk jumlah penumpang yang turun menjadi 4.638 orang. “Jumlah armada bis sebelumnya 1.852 menjadi 1.512,” ujar Sudarmanto.

Baca juga: JPU Akan Hadirkan Taufiqurrahman di Persidangan

Meski penurunan mencapai ribuan, menurut Sudarmanto kondisi tersebut masih terhitung wajar. Selama enam hari terakhir menurutnya belum ada perubahan yang ekstrem. Baik untuk jumlah penumpang maupun armada bus yang masuk ke terminal.

Selain dipengaruhi oleh penerapan larangan mudik, menurut Sudarmanto kondisi jumlah penumpang juga dipengaruhi faktor lain. Di antaranya, ada beberapa hari libur yang bisa berdampak pada jumlah penumpang.

Seperti diberitakan, larangan mudik yang semula diterapkan mulai 6-17 Mei diterapkan lebih awal. Yakni, mulai Kamis (22/4) lalu. Meski sudah diterapkan hampir satu minggu, menurut Sudarmanto masih belum berpengaruh signifikan.

Apakah sudah banyak warga yang mudik lebih awal? Dia mengaku tidak bisa menghitungnya. Sebab, pemudik dan penumpang umum sulit dibedakan. “Nanti (gelombang pemudik, Red) baru diketahui jika ada penambahan penumpang secara ekstrem,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news