Jumat, 25 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Ekspedisi Bentang Kendeng Timur

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (18)

Gading Stegodon

29 April 2021, 12: 00: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Gading

FENOMENAL: Gading gajah purba atau stegodon sepanjang 2,20 meter yang dipajang di museum Anjuk Ladang Nganjuk ditemukan di hutan DesaSambikerep, Rejoso. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Stegodon merupakan salah satu jenis gajah purba. Meski bentuknya hampir sama dengan gajah masa kini, stegodon memiliki ukuran yang lebih besar. Salah satu yang paling mencolok adalah gadingnya.

Dari berbagai literatur yang ada, gajah purba atau stegodon diketahui hidup di era pliosen dan pleistosen. Sebuah era yang telah berlangsung sejak jutaan tahun yang lalu.

Fosil stegodon banyak ditemukan ditemukan di Afrika dan Asia. Termasuk Indonesia. Bahkan, Kota Angin juga menjadi satu dari cerita besar dari kehidupan gajah purba tersebut. Terbukti dari beberapa temuan fosil gading gajah di kawasan hutan Rejoso.

Baca juga: Sehat Madu Ratu Kelir

Salah satu temuan prasejarah paling fenomenal adalah sepasang gading stegodon di Desa Sambikerep, Rejoso. Selain ditemukan sepasang, gading yang ditemukan juga berukuran relatif panjang. Separo dari ukuran normal stegodon dewasa.

“Fosil gading stegodon yang ditemukan panjangnya mencapai sekitar 2,2 meter meski kondisinya tidak utuh lagi,” ujar Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi. Fosil tersebut kini dapat dilihat di museum Anjuk Ladang Nganjuk.

Fosil gading gajah purba tersebut ditemukan secara tidak sengaja pada 2021 silam. Kala itu warga setempat sedang mengadakan kerja bakti hendak menguruk jalan.

Saat tengah menggali tanah untuk material urukan, warga menemukan fosil tersebut. Mereka langsung antusias. Salah satunya karena terbayang bisa dijual mahal. Sayang, nafsu tersebut justru menjadi bumerang. “Saat diangkat manual oleh warga, fosil rusak menjadi beberapa potong,” imbuh Amin.

Lantaran tidak lagi berbentuk utuh, warga kesulitan untuk mejualnya. Tidak ada pihak yang menerima penjualan fosil tersebut. Selama empat tahun lamanya tidak laku. Akhirnya warga menyerahkan temuannya ke pemda dengan meminta imbal jasa.

Menurut Amin, apabila warga bisa menahan diri dan segera melaporkan temuan tersebut maka bisa dipastikan bentuknya masih akan utuh. Pasalnya untuk pengangkatan fosil dan semacamnya butuh tenaga dan keahlian khusus. Termasuk peralatan yang dibutuhkan.

Amin menerangkan, panjang gading gajah purba dewasa bisa mencapai 3 – 4 meter. Sama dengan tinggi rata-rata hewan dengan belalai tersebut. Sedangkan beratnya bisa mencapai 3 – 6 ton. “Dari penelitian yang dilakukan, usia fosil ini antara 500 – 800 ribu tahun yang lalu,” tandas pria yang tinggal di Kelurahan Begadung, Kota Nganjuk tersebut.

Selain temuan fosil ini, pihaknya juga sering mendapati fosil gading gajah purba lainnya di sekitar daerah tersebut. Hanya saja bentuknya juga tidak utuh. Hanya beberapa potong atau serpihan saja. Dengan temuan tersebut, kuat diduga banyak kelompok hewan tersebut yang dulunya tinggal di kawasan bentang Kendeng.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news