Jumat, 25 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Jembatan Mrican Laku Rp 317 Juta

Warga Berharap Pembangunan Segera Terealisasi

28 April 2021, 16: 44: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

BESI TUA: Pekerja melakukan pembongkaran Jembatan Mrican kemarin.

BESI TUA: Pekerja melakukan pembongkaran Jembatan Mrican kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Jembatan Mrican, yang menghubungkan dengan Desa Jongbiru di Kabupaten Kediri, mulai dibongkar. Warga pun berharap pembongkaran itu segera diteruskan dengan pembangunan jembatan yang baru. Agar akses dua daerah itu kembali tersambung.

Pembongkaran jembatan yang dibangun pada 1898 ini berlangsung seminggu lalu. Namun, pembongkaran ini tak terkait langsung dengan rencana pembangunan lagi jembatan yang rusak karena diterjang banjir ini. Pembongkaran terjadi karena bahan-bahan bekas jembatan itu dilelang oleh PTPN XII. Yang membongkar pun adalah pemenang lelang bahan-bahan bekas jembatan tersebut.

Meskipun demikian, warga berharap pembongkaran itu jadi sinyal positif dimulainya pembangunan jembatan yang baru. “Warga di sini inginnya segera disambung lagi, biar ekonominya kembali pulih,” harap Tinuk Miarti, 53, warga Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo.

Baca juga: Krenyess Kres Tahu Q_Syukaaa

Wanita berambut ikal ini mengaku sudah seringkali mendengar jembatan akan segera dibangun. Sayangnya, sejak ambruk pada 2017 lalu belum ada tindak lanjutnya. Karena itulah dimulainya pembongkaran itu menjadi harapan bagi warga dan pengguna akses Mrican-Jongbiru. Sebab, setelah jembatan tidak bisa berfungsi warga terpaksa memanfaatkan transportasi perahu untuk menyeberang Sungai Brantas.

Sementara itu, pembongkaran jembatan ini sudah melewati proses lelang yang dilaksanakan oleh PTPN XII. Bahan baku jembatan seperti besi dan kayu laku terjual dengan harga Rp 317 juta. Limit lelangnya waktu itu sebesar Rp 260 juta.

Hal itu disampaikan Siti Julia, pemenang tender, yang menargetkan proyek pembongkaran selesai paling lama dua bulan. “Secepatnya 1,5 bulan sudah tuntas semua,” beber perempuan berhijab itu kepada Jawa Pos Radar Kediri saat di lokasi kemarin.

Dia mengungkapkan, bahan baku seperti kayu dan besi hasil menang tender ini nantinya akan didaur ulang. Saat ini sudah ada tawaran pembelian kayu dengan harga per kubiknya sebesar Rp 12 juta.

Lantas apakah setelah pembongkaran akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan baru? Soal pelaksanaan pengerjaan jembatan baru, Juli mengaku masuk lelang terpisah. Artinya, pembongkaran jembatan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pembangunan jembatan baru.

Namun, ia tidak mengelak bila idealnya setelah dilakukan pembongkaran pekerjaan untuk pembangunan jembatan bisa dilaksanakan. “Tentu lelangnya nanti terpisah, tidak jadi satu dengan pembongkaran ini,” bebernya.

Selama pelaksanaan membongkar jembatan, Siti mengklaim tidak ada kendala. Awal-awal kegiatan, pekerjaan pembongkaran ini sempat direcoki oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap mangkal di sekitar jembatan. ODGJ ini sempat membuang beberapa balok kayu ke dalam sungai. Beruntung ada warga yang mengetahui kemudian bisa dihentikan. Sedangkan untuk kayu yang sudah masuk ke sungai juga sudah bisa dibawa ke darat.

“Alhamdulillah semuanya sudah beres. Semua kayunya sudah dibawa ke darat,” ucap perempuan asal Bojonegoro ini.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news