Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Luhut Tinjau Proyek, Harapkan Beroperasi 2023

Luasnya Manfaat Bandara

28 April 2021, 14: 51: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

BERI KETERANGAN: Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diapit Bupati Kediri Hanindhito (kanan) dan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

BERI KETERANGAN: Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diapit Bupati Kediri Hanindhito (kanan) dan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. (Dewi Ayu Ningtyas - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Progres pembangunan bandar udara (bandara) di Kediri mendapat perhatian khusus Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu datang langsung memantau perkembangan bandara yang berada di Kabupaten Kediri itu.

“Progres pengerjaan sudah 51 persen,” terang Luhut saat ditemui usai silaturahmi di Pondok Pesantren Lirboyo kemarin (26/4). Luhut mengatakan dengan melihat perkembangan pembangunan itu, maka diharapkan pertengahan tahun 2023, bandara sudah bisa beroperasi. Saat ini, pembangunan masih dalam tahapan pengurukan.

Baca juga: Nastar Tahu Vanilla Cookies

Hanya saja, saat ini, aku Luhut, masih ada upaya pembebasan lahan warga yang belum tuntas. Namun, tidak luas. Hanya 0,4 persen dari total keseluruhan luas bandara.

Untuk diketahui, Luhut meninjau langsung di lokasi pembangunan bandara pukul 15.00. Datang menggunakan helikopter yang sudah disiapkan PT Gudang Garam. Sayang, kunjungan yang difasilitasi PT Surya Dhoho Investama (SDI), anak perusahaan PT Gudang Garam ini berlangsung sangat tertutup. Awak media dilarang untuk meliput.

Ini kali pertama Luhut berkunjung ke proyek yang masuk proyek strategis nasional (PSN) ini. Sebelumnya, sekitar setahun lalu, pada 15 April 2020, Luhut juga memimpin groundbreaking bandara yang berlangsung virtual.

Untuk diketahui, bandara ini dibangun di lahan seluas total 321 hektare. Berada di Kecamatan Banyakan, Grogol, dan Tarokan. Proyek dikerjakan oleh PT Surya Dhoho Investama yang merupakan anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk.

Selain mengunjungi proyek bandara, Luhut juga mendatangi Pondok Pesantren Ploso, Mojo dan Pondok Pesantren Lirboyo, Mojoroto. Sebelum akhirnya meninggalkan Kediri.

Luhut berharap dari hasil peninjauan ke lokasi ini, masalah pembebasan lahan bisa segera terselesaikan. “Tanah tinggal beberapa, tadi disampaikan sudah beres,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke bandara kemarin, turut menemui Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Keduanya juga turut mendampingi saat berkunjung ke pondok pesantren.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat ditemui kemarin mengatakan kalau pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak pelaksana proyek pembangunan bandara. Khususnya terkait dengan pembebasan lahan yang masih tersisa. “Memang masih ada sisa. PT Gudang Garam telah mengomunikasikan dengan baik pihak yang terkena pembebasan,” ujarnya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Terkait dengan adanya pengerjaan proyek Bandara Dhoho Kediri, ada empat desa yang terdampak langsung. Yakni Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan; Desa Grogol, Kecamatan Grogol; Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan dan Desa Tarokan Kecamatan Tarokan.

Disebutkan kalau luasan pembabasan lahan itu sekitar 1,53 hektare yang dihuni 16 kepala keluarga (KK). Itu hanya 0,4 persen dari total keseluruhan luas Bandara Kediri. Sejauh ini untuk kendala Dhito menegaskan, masih terus mencari tahu. Pihaknya pun terus berupaya menjelaskan pentingnya proyek pembangunan tersebut. “Tidak hanya untuk masyarakat Kabupaten Kediri, tetapi masyarakat di sekitarnya juga merasakan manfaatnya,” tegasnya. (c2/dea)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news