Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Museum Dr Soetomo Kejar Predikat Tipe C

26 April 2021, 12: 26: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Monumen

BERSEJARAH: Suasana monumen dan museum Dr. Soetomo di Desa Ngepeh, Loceret yang dimanfaatkan warga untuk bersantai kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Monumen dan museum Dr Soetomo di Desa Ngepeh, Loceret berpeluang besar mendapatkan predikat tipe C tahun ini. Meski situs tersebut telah terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak 2018 silam, verifikasi baru dilakukan tahun ini.

Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi mengatakan, verifikasi dari Kemendikbud dilakukan Kamis (22/4) lalu. “Kalau dilihat dari kekhususannya yang hanya menampilkan peninggalan Dr Soetomo, kemungkinan besar bisa dinyatakan sebagai museum bertipe C,” ujar Amin.

Amin menjelaskan, predikat C sejatinya merupakan yang terendah. Di atasnya masih ada tipe A dan B. Namun, secara karakteristik situs itu tidak mungkin ditetapkan sebagai museum berstandar A maupun B. Sebab, isinya hanya benda peninggalan milik Dr Soetomo sewaktu masih praktik di dunia medis.

Baca juga: Perusahaan Sehat Harus Bayar THR

Penyematan predikat ini tidak terlepas dari tuntutan adanya standarisasi museum. Termasuk salah satu di dalamnya poin pelayanan. “Kemungkinan bisa keluar tahun ini (predikat museum bertipe C, Red),” imbuh Amin.

Meski demikian, Amin mengakui jika museum tersebut relatif kurang mendapatkan perhatian. Terlebih dari sisi pengelolaan maupun perawatannya. Setidaknya menurut Amin diperlukan perluasan museum. Sehingga bisa meningkatkan kenyamanan dan minat kunjungan ke museum.

Opsi perluasan museum menurut Amin terkendala status kepemilikan tanah yang masih abu-abu. Menyikapi hal ini, dispaporabud tengah mengurus segala keperluan dan berkas untuk dapat memperjelas status tanah tersebut. “Sekarang sedang proses pengajuan ke BPN (badan pertanahan nasional, Red),” sambungnya.

Amin menegaskan museum Dr Soetomo memiliki potensi tinggi menjadi destinasi wisata dan edukasi di Kota Angin. Pasalnya, setiap hari banyak orang yang menghabiskan waktu di kawasan tersebut.“Sayang kalau tidak dikelola dengan maksimal,” tandas Amin.

Terlebih, di museum tersebut tersimpan berbagai alat kedokteran yang digunakan Soetomo semasa hidupnya. Peninggalan-peninggalan tersebut bisa dijadikan belajar dan mengenali sang tokoh asli Nganjuk itu dengan lebih baik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news